PT. Jaya Karya Makassar

Jual Hoist Crane Double Girder 2 Ton, 3 Ton, 5 Ton, 10 Ton

Hoist Crane Double Girder

Sejak tahun 2015, PT Jaya Karya Makassar telah dipercaya sebagai distributor resmi Tavol untuk wilayah Indonesia. Kami menyediakan berbagai jenis hoist crane double girder berkualitas tinggi dengan pilihan kapasitas mulai dari 2 ton, 3 ton, 5 ton, hingga 10 ton, yang siap menunjang produktivitas industri Anda. Setiap produk yang kami tawarkan memiliki keunggulan dari segi ketahanan, presisi, serta efisiensi pengangkatan beban berat.

Dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang alat pengangkatan industri, kami memahami pentingnya performa dan keamanan dalam setiap sistem hoist crane Tavol. Oleh karena itu, seluruh produk hoist crane double girder kami telah melalui pengujian standar internasional untuk memastikan kinerja optimal. 

Selain menjual unit baru, kami juga menyediakan layanan pemasangan, perawatan, dan konsultasi teknis untuk semua jenis overhead crane dan gantry crane. Kehadiran hoist crane double girder dari Tavol menjadi solusi efisien bagi berbagai sektor industri, seperti manufaktur, logistik, galangan kapal, hingga proyek konstruksi besar. 

Dengan struktur baja berkualitas dan sistem kontrol elektrik yang presisi, crane ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja. Anda bisa mendapatkan produk terbaik dengan harga terjangkau langsung dari PT Jaya Karya Makassar.

Pengertian Hoist Crane Double Girder

Hoist crane double girder merupakan sistem pengangkatan beban berat yang menggunakan dua balok utama (girder) sebagai penopang utama. Desain ini memberikan stabilitas dan daya tahan lebih kuat dibandingkan single girder. Biasanya, tipe double girder digunakan pada area kerja dengan beban besar dan jangkauan panjang, seperti pabrik, gudang, atau proyek konstruksi berskala besar.

Dengan dukungan teknologi Tavol, sistem hoist crane double girder mampu beroperasi dengan tingkat akurasi tinggi dan efisiensi energi yang lebih baik. Komponen utama, seperti wire rope hoist Tavol, motor listrik, dan sistem kontrol otomatis menjadikan alat ini sangat kuat untuk penggunaan jangka panjang. 

Trolley dan mekanisme hoist bergerak secara melintang di sepanjang kedua girder tersebut, sedangkan keseluruhan bridge crane bergerak mengikuti runway yang terpasang pada bangunan atau struktur pendukung.

Dalam praktik industri, sistem ini juga sering disebut sebagai double girder overhead crane, double girder bridge crane, double beam crane, atau bagian dari sistem Electric Overhead Travelling Crane (EOT Crane).

Penggunaan dua girder memberikan ruang yang lebih fleksibel untuk penempatan trolley dan mekanisme pengangkatan. Pada konfigurasi tertentu, trolley dapat bergerak di atas girder sehingga posisi hook dapat dibuat lebih tinggi dibandingkan beberapa konfigurasi single girder. Keuntungan ini menjadi penting pada bangunan yang mempunyai keterbatasan headroom tetapi tetap membutuhkan lifting height yang optimal.

Double girder juga memungkinkan penggunaan trolley atau hoisting mechanism dengan spesifikasi yang lebih kompleks. Karena itu, konfigurasi ini sering digunakan untuk sistem dengan kapasitas besar, duty cycle tinggi, kebutuhan span panjang, atau pekerjaan lifting yang menuntut kestabilan struktur lebih tinggi.

Meskipun demikian, bukan berarti setiap crane dengan kapasitas besar otomatis harus menggunakan double girder. Pemilihan konstruksi tetap perlu memperhitungkan keseluruhan parameter teknis proyek.

Spesifikasi Hoist Crane Double Girder Tavol

Spesifikasi double girder overhead crane dapat berbeda antara satu proyek dengan proyek lainnya. Kapasitas bukan satu-satunya parameter yang menentukan konfigurasi crane. Beberapa parameter utama yang biasanya dibahas pada tahap awal engineering antara lain:

ParameterKeterangan
Tipe craneDouble girder overhead crane
Main girderDouble beam / double box girder
Hoisting mechanismElectric wire rope hoist atau trolley hoist
KapasitasDisesuaikan dengan kebutuhan beban
SpanDisesuaikan dengan lebar area dan runway
Lifting heightDisesuaikan dengan kebutuhan operasional
Working dutyDitentukan berdasarkan intensitas kerja
Cross travelPergerakan trolley pada bridge
Long travelPergerakan keseluruhan bridge pada runway
ControlPendant, wireless remote, atau sistem lain sesuai kebutuhan
Speed controlStandard speed atau VFD sesuai konfigurasi
Power supplyDisesuaikan dengan fasilitas proyek
SafetyLimit switch, brake, overload protection dan sistem proteksi lainnya
InstallationMenyesuaikan struktur bangunan dan runway

Angka teknis seperti kapasitas, span, lifting height, kecepatan travel, kecepatan hoisting dan working duty perlu disesuaikan dengan model Tavol serta konfigurasi proyek yang digunakan.

Karena itu, sebelum menentukan unit, sebaiknya hindari memilih crane hanya berdasarkan informasi kapasitas seperti “crane 5 ton” atau “crane 10 ton”. Dua crane dengan kapasitas sama dapat membutuhkan spesifikasi yang berbeda apabila digunakan pada span, lifting height, working duty, dan kondisi kerja yang berbeda.

Bagaimana Cara Kerja Double Girder Overhead Crane?

Prinsip kerja double girder overhead crane dapat dipahami melalui tiga arah utama pergerakan. Gerakan pertama adalah lifting, yaitu mekanisme hoist menaikkan atau menurunkan beban menggunakan wire rope dan hook block.

Gerakan kedua adalah cross travel, yaitu trolley membawa beban bergerak ke kiri atau kanan sepanjang bridge crane. Karena trolley bergerak pada kedua girder, beban dapat diposisikan pada area kerja sepanjang span crane.

Gerakan ketiga adalah long travel, yaitu seluruh bridge crane bergerak maju atau mundur mengikuti runway beam. Kombinasi ketiga gerakan tersebut memungkinkan material dipindahkan secara horizontal maupun vertikal dalam area kerja crane.

Pada fasilitas produksi, overhead crane biasanya digunakan untuk memindahkan material dari area unloading menuju mesin, memindahkan komponen antarstasiun kerja, melakukan lifting pada proses assembly, atau memindahkan produk berat menuju area penyimpanan dan pengiriman. Karena crane menjadi bagian dari alur produksi, kecepatan dan pola pergerakannya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Kapan Hoist Crane Double Girder Dibutuhkan?

Pemilihan double girder biasanya dipertimbangkan ketika kebutuhan lifting mulai lebih kompleks dibandingkan aktivitas material handling ringan. Salah satu pertimbangannya adalah kapasitas beban. Semakin berat material yang diangkat, semakin besar pula tuntutan terhadap konstruksi girder, trolley, motor, gearbox, wire rope, brake dan runway.

Namun kapasitas tetap tidak boleh dilihat secara terpisah. Crane dengan kapasitas relatif sedang dapat tetap menggunakan double girder apabila membutuhkan span panjang, lifting height tinggi atau frekuensi kerja yang intensif. Sebaliknya, pada kondisi tertentu single girder masih dapat digunakan untuk kapasitas yang cukup besar apabila desain struktur dan parameter kerja memungkinkan.

Double girder juga relevan ketika fasilitas membutuhkan posisi hook yang lebih optimal. Penempatan trolley pada bagian atas atau konfigurasi tertentu memungkinkan jarak antara hook dengan struktur atap diminimalkan sehingga area vertikal bangunan dapat dimanfaatkan lebih efektif.

Pada industri dengan operasi lifting berulang, working duty menjadi parameter yang semakin penting. Crane yang hanya digunakan beberapa kali sehari mempunyai tuntutan kerja berbeda dibandingkan crane yang terus digunakan selama beberapa shift produksi. Karena itu, saat memilih sistem crane, pertanyaannya bukan hanya “berapa ton beban yang akan diangkat?” tetapi juga “seberapa sering crane digunakan dan bagaimana pola operasinya?”

Perbedaan Single Girder dan Double Girder

Single girder dan double girder pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memindahkan material menggunakan sistem overhead crane. Perbedaannya terdapat pada konstruksi dan konfigurasi mekanisnya.

FaktorSingle GirderDouble Girder
Main girderSatuDua
StrukturLebih sederhanaLebih kompleks
Bobot bridgeRelatif lebih ringanRelatif lebih berat
HoistUmumnya bergerak di bawah girderTrolley dapat berjalan pada bagian atas girder
Hook heightTergantung konfigurasiDapat dibuat lebih optimal
KapasitasRingan hingga menengah, tergantung desainMenengah hingga berat, tergantung desain
SpanMenyesuaikan desainCocok untuk kebutuhan span lebih besar pada banyak aplikasi
Maintenance platformLebih terbatasLebih mudah dikonfigurasi
Investasi awalUmumnya lebih ekonomisUmumnya lebih tinggi
AplikasiWorkshop dan general liftingProduksi berat dan lifting intensif

Single girder cocok apabila kebutuhan lifting relatif sederhana dan kapasitas maupun frekuensi pemakaian tidak terlalu tinggi. Double girder lebih menarik ketika proyek membutuhkan fleksibilitas lebih besar dalam hal kapasitas, span, hook approach, working duty, trolley, maintenance platform dan perlengkapan tambahan. Karena struktur double girder juga lebih berat, desain runway dan struktur pendukungnya perlu diperhitungkan sejak awal.

Baca juga: Perbedaan Single Girder dan Double Girder Lebih Lengkap!

Komponen Hoist Crane Double Girder

Sistem double girder terdiri dari beberapa komponen yang bekerja sebagai satu kesatuan. Pemahaman terhadap komponen ini penting karena kualitas crane tidak hanya ditentukan oleh girder.

Main Girder

Main girder merupakan struktur utama bridge crane. Pada double girder terdapat dua girder yang menghubungkan kedua sisi crane. Desain girder harus memperhitungkan kapasitas angkat, span, bobot trolley, beban dinamis dan batas defleksi yang diizinkan berdasarkan desain.

Trolley dan Hoist

Trolley menjadi tempat mekanisme lifting berada sekaligus bergerak melintang sepanjang girder. Pada sistem tertentu digunakan electric wire rope hoist, sedangkan kebutuhan yang lebih berat dapat menggunakan trolley atau hoisting mechanism dengan konfigurasi yang lebih kompleks. Pemilihannya bergantung pada kapasitas, working duty, lifting speed dan kebutuhan operasi.

Wire Rope dan Drum

Wire rope menjadi bagian yang mentransmisikan gaya untuk menaikkan atau menurunkan hook. Wire rope digulung pada drum yang digerakkan oleh motor dan gearbox. Diameter rope, konstruksi wire rope serta ukuran drum harus sesuai dengan desain hoisting mechanism.

Hook Block

Hook block merupakan bagian crane yang terhubung dengan beban menggunakan sling atau lifting accessories lainnya. Pemilihan hook dan reeving system perlu menyesuaikan kapasitas crane.

End Carriage

End carriage berada pada kedua sisi bridge crane dan menjadi penghubung bridge dengan runway. Komponen ini dilengkapi wheel dan drive mechanism yang memungkinkan crane bergerak sepanjang bangunan.

Motor, Gearbox dan Brake

Motor memberikan tenaga untuk hoisting, cross travel maupun long travel. Gearbox mengatur transmisi tenaga dan kecepatan, sedangkan brake digunakan untuk mengendalikan dan menghentikan pergerakan secara aman.

Electrical Panel dan Sistem Kontrol

Electrical panel mengatur sistem kelistrikan crane. Sistem kontrol dapat menggunakan pendant control, wireless remote control atau konfigurasi lain sesuai desain proyek. Pada kebutuhan tertentu, Variable Frequency Drive atau VFD dapat digunakan untuk memberikan akselerasi dan deselerasi yang lebih halus.

Baca selengkanya di: Komponen Overhead Crane dan Fungsi Setiap Bagiannya

Cara Menentukan Spesifikasi Hoist Crane Double Girder

Tahap penentuan spesifikasi sangat penting karena kesalahan pada tahap awal dapat menghasilkan crane yang secara kapasitas mampu mengangkat beban tetapi tidak optimal saat digunakan.

1. Menentukan Safe Working Load

Langkah pertama adalah mengetahui berat maksimum material yang akan diangkat. Namun berat material saja belum tentu cukup. Lifting accessories seperti spreader beam, magnet, grab, sling, lifting beam atau attachment lain juga perlu diperhitungkan apabila digunakan bersama crane. Kapasitas crane sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan aktual dan margin desain yang relevan, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

2. Mengukur Span

Span adalah jarak horizontal antara titik lintasan crane pada kedua sisi runway. Nilai span berkaitan langsung dengan desain girder. Semakin panjang span, semakin penting perhitungan struktur, bobot crane dan defleksi girder. Karena itu, pengukuran area kerja sebaiknya dilakukan secara akurat sebelum fabrikasi.

3. Menentukan Lifting Height

Lifting height atau height of lift menunjukkan jarak vertikal yang dibutuhkan hook untuk melakukan pengangkatan. Parameter ini sering dianggap sederhana, padahal sangat berpengaruh terhadap panjang wire rope, drum, posisi hoist dan konfigurasi crane. Area dengan pit, mesin tinggi atau material yang perlu diangkat ke level berbeda mungkin membutuhkan lifting height lebih besar.

3. Memahami Headroom dan Hook Approach

Headroom berkaitan dengan ruang vertikal yang dibutuhkan sistem crane pada bagian atas bangunan. Hook approach berkaitan dengan seberapa dekat hook dapat bergerak menuju sisi atau ujung area kerja. Pada fasilitas yang mempunyai keterbatasan dimensi bangunan, dua parameter tersebut perlu diperhitungkan secara detail agar area kerja tidak banyak terbuang.

4. Menentukan Working Duty

Working duty menggambarkan intensitas penggunaan crane. Frekuensi pengangkatan, berat rata-rata beban, durasi operasi, jumlah siklus dan kondisi kerja menjadi dasar dalam menentukan duty classification. Dua crane berkapasitas 10 ton belum tentu mempunyai spesifikasi sama apabila satu digunakan lima kali sehari dan lainnya digunakan terus-menerus selama produksi berlangsung.

5. Menentukan Kecepatan Crane

Lifting speed menentukan seberapa cepat beban dinaikkan atau diturunkan. Cross travelling speed menentukan kecepatan trolley, sementara long travelling speed menentukan kecepatan bridge crane bergerak sepanjang runway. Kecepatan tinggi tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Untuk aktivitas yang membutuhkan positioning presisi, kontrol pergerakan yang halus justru dapat lebih penting. VFD dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatur akselerasi dan deselerasi serta mengurangi gerakan mendadak.

Aplikasi Hoist Crane Double Girder di Industri

Double girder overhead crane dapat digunakan pada berbagai sektor industri karena konfigurasi kapasitas dan dimensinya relatif fleksibel. Pada industri fabrikasi baja, crane digunakan untuk memindahkan plate, beam, struktur hasil fabrikasi maupun komponen berat antararea kerja.

Pada workshop heavy equipment, crane dapat membantu proses bongkar-pasang mesin, engine, gearbox dan komponen kendaraan berat. Pada industri manufaktur, crane dapat diintegrasikan dengan proses produksi untuk memindahkan material antara area penyimpanan, machining, assembly hingga finishing.

Fasilitas shipyard dan marine engineering juga dapat membutuhkan sistem lifting dengan kapasitas dan span besar untuk menangani struktur kapal maupun equipment. Pada industri energi, power plant dan fasilitas utilitas, overhead crane dapat digunakan untuk maintenance equipment seperti motor, turbine component, generator atau mesin berukuran besar.

Warehouse dengan barang berat juga dapat menggunakan overhead crane ketika penggunaan forklift tidak efektif untuk ukuran atau berat material tertentu. Karena setiap industri mempunyai pola operasi berbeda, desain crane sebaiknya mengikuti kebutuhan proses, bukan menggunakan satu konfigurasi yang sama untuk semua aplikasi.

Safety pada Double Girder Overhead Crane

Safety merupakan bagian penting dalam desain sistem lifting. Crane bekerja dengan beban yang bergerak di atas area produksi sehingga kegagalan komponen atau kesalahan pengoperasian dapat menimbulkan risiko terhadap pekerja, material dan fasilitas. Sistem crane dapat dilengkapi dengan berbagai perangkat proteksi sesuai konfigurasi, seperti limit switch untuk membatasi pergerakan, overload protection untuk membantu mencegah pengangkatan melebihi kapasitas, emergency stop, brake system dan perangkat kelistrikan lainnya.

Operator juga harus memahami kapasitas crane dan tata cara rigging yang digunakan. Memiliki crane dengan kapasitas 10 ton, misalnya, tidak berarti seluruh jenis material dengan berat mendekati 10 ton dapat langsung diangkat tanpa mempertimbangkan center of gravity, sling angle, lifting point dan metode rigging.

Selain equipment, inspection dan maintenance berkala menjadi bagian penting dari keselamatan operasi. Wire rope, hook, brake, wheel, drum, gearbox, motor, electrical system serta struktur girder perlu diperiksa berdasarkan jadwal maintenance yang sesuai.

Instalasi Hoist Crane Double Girder

Pemasangan overhead crane tidak hanya melibatkan pengangkatan unit ke atas runway. Tahap installation perlu memperhatikan kondisi runway beam, rail alignment, elevasi, jarak antarrail, struktur bangunan, electrical supply dan clearances di sekitar crane. Apabila proyek menggunakan bangunan baru, kebutuhan crane idealnya sudah diperhitungkan sejak tahap desain struktur. Dengan demikian column, runway beam dan struktur pendukung dapat dirancang berdasarkan load yang akan diterima.

Untuk bangunan yang sudah ada, kondisi struktur perlu dievaluasi terlebih dahulu sebelum crane dipasang. Penambahan crane tanpa mempertimbangkan kemampuan struktur pendukung dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Setelah instalasi mekanis dan electrical selesai, sistem perlu melalui pemeriksaan, adjustment, testing dan commissioning sebelum digunakan untuk operasional reguler.

Baca selengkapnya: Instalasi Overhead Crane – Penjelasan Lengkap!

Faktor yang Menentukan Harga Hoist Crane Double Girder

Harga hoist crane double girder tidak hanya ditentukan oleh kapasitas angkat. Dua crane dengan kapasitas sama dapat mempunyai harga berbeda karena spesifikasinya tidak identik. Span menjadi salah satu faktor penting karena memengaruhi ukuran dan konstruksi girder. Lifting height memengaruhi hoisting system dan panjang wire rope.

Working duty juga dapat memengaruhi pemilihan motor, gearbox, brake dan komponen mekanis lainnya. Selain itu, harga dapat berbeda berdasarkan jenis hoist atau trolley, lifting speed, travelling speed, control system, VFD, electrical component, maintenance platform, fitur safety serta kebutuhan customization.

Scope pekerjaan juga perlu diperhatikan. Penawaran yang hanya mencakup unit crane tentu berbeda dengan proyek yang mencakup engineering, runway, rail, installation, electrical work, testing dan commissioning.

Lokasi proyek juga dapat memengaruhi kebutuhan pengiriman dan installation. Karena variabelnya cukup banyak, harga double girder crane sebaiknya dihitung setelah data proyek tersedia. PT Jaya Karya Makassar dapat membantu melakukan pembahasan spesifikasi terlebih dahulu sebelum penyusunan penawaran agar unit yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Meminta Penawaran

Proses quotation dapat berjalan lebih cepat apabila beberapa data dasar sudah tersedia. Informasi utama yang perlu diketahui adalah jenis material yang akan diangkat serta berat maksimum beban. Selanjutnya diperlukan perkiraan span, lifting height dan panjang runway. Apabila bangunan sudah tersedia, drawing atau ukuran struktur dapat membantu proses evaluasi.

Informasi mengenai pola kerja juga penting. Jelaskan apakah crane hanya digunakan untuk maintenance sesekali, operasi reguler beberapa kali per jam atau digunakan secara intensif sepanjang shift produksi. Kondisi area kerja seperti indoor atau outdoor, temperatur, tingkat debu dan karakter lingkungan juga perlu disampaikan apabila relevan.

Sistem kontrol yang diinginkan, seperti pendant atau wireless remote, dapat dibahas pada tahap berikutnya. Apabila belum mengetahui seluruh data teknis tersebut, konsultasi tetap dapat dilakukan. Tim teknis dapat membantu mengidentifikasi informasi apa saja yang perlu dikumpulkan sebelum spesifikasi final ditentukan.

Proses Pengadaan Hoist Crane Double Girder

Pengadaan crane industri sebaiknya tidak dimulai dari memilih produk berdasarkan katalog, kemudian baru menyesuaikannya dengan bangunan. Pendekatan yang lebih baik dimulai dari kebutuhan operasional. Pertama, identifikasi beban, pola lifting dan area kerja. Setelah itu tentukan parameter seperti kapasitas, span, lifting height serta working duty. Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan konfigurasi crane dan hoisting mechanism yang sesuai.

Setelah spesifikasi disepakati, proses dapat dilanjutkan ke penawaran, engineering, supply atau fabrikasi, pengiriman, installation, testing dan commissioning sesuai scope proyek. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko perubahan spesifikasi ketika unit sudah masuk tahap produksi.

Jenis dan Spesifikasi Hoist Crane Double Girder PT Jaya Karya Makassar

Sebagai distributor resmi Tavol, PT Jaya Karya Makassar menyediakan berbagai jenis dan kapasitas hoist crane double girder sesuai kebutuhan proyek Anda. Semua produk telah dilengkapi dengan sertifikat mutu dan garansi resmi, sehingga Anda tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya.

Setiap unit hoist crane Tavol dilengkapi motor listrik efisien, sistem kontrol keamanan otomatis, serta struktur baja karbon tinggi yang tahan lama. Dengan desain girder ganda, alat ini mampu beroperasi dengan stabil meskipun mengangkat beban besar secara terus-menerus.

Baca juga: Jenis-Jenis Hoist Crane Single Girder yang Dijual PT Jaya Karya Makassar

1. Overhead Crane LH Model Double Beam Bridge

Hoist Crane Double Girder Beam Bridge

Unit hoist crane double girder model LH Double Beam Bridge dari PT Jaya Karya Makassar dirancang dengan jangkauan bentang antara 6 hingga 40 meter. HOL (Headroom Overhead Location) di kisaran 4 sampai 40 meter. 

Ketinggian angkatnya pun dapat mencapai 3 hingga 60 meter, sehingga cocok untuk industri yang membutuhkan sistem pengangkatan beban berat dengan area kerja luas. Struktur dua balok girdernya memberikan stabilitas maksimal dan ketahanan tinggi terhadap getaran selama proses operasional.

Dari sisi performa, crane ini memiliki kelas kerja M3–M5 yang menandakan kemampuannya untuk bekerja secara berkelanjutan pada lingkungan industri menengah hingga berat. Selain itu, crane ini mampu beroperasi pada suhu –25°C hingga 40°C, sehingga cocok digunakan di berbagai kondisi lingkungan, baik dalam ruangan maupun luar ruangan. 

2. Double Girder Gantry Crane with FEM MHS Model Euro Design

Hoist Crane Double Girder European Design

Crane ini memiliki tinggi 10 meter dengan jangkauan bentang hingga 25 meter. Kecepatan pengangkatan mencapai 0,44 hingga 4,4 meter per menit. Gerak troli dan crane masing-masing memiliki kecepatan 2/20 meter per menit dan 3/30 meter per menit, semuanya dikontrol secara halus menggunakan VVF Inverter System untuk memastikan stabilitas dan efisiensi energi selama pengoperasian.

Ditenagai oleh motor pengangkat 13 kW, motor troli 0,96, dan motor crane 5,5 kW × 2 dengan reducer QS12, unit ini memberikan performa maksimal di setiap pergerakannya. Diameter roda troli 140 mm × 4 serta roda utama crane 500 mm × 4 dirancang untuk daya tumpu yang kuat dan umur pakai panjang. 

Sistem kontrolnya menggunakan Ground Remote dan Pendant Switch Button, dengan sumber daya 380V/50Hz/3P. Dengan kelas kerja M5 (FEM 2m), crane ini cocok digunakan untuk aplikasi industri berat yang menuntut durabilitas dan kontrol presisi tinggi.

3. Heavy Duty Double Girder Gantry Crane with Open Winch 

Hoist Crane Double Girder Open Winch

Crane ini memiliki bentang 3 hingga 31,5 meter dan tinggi pengangkatan 6 sampai 12 meter, sehingga cocok untuk area kerja industri besar, seperti pelabuhan, pabrik baja, dan proyek konstruksi skala besar. Sistemnya dikategorikan dalam kelas kerja A5–A7, memastikan ketahanan optimal untuk pengoperasian jangka panjang di lingkungan kerja intensif.

Untuk pengendalian, Anda dapat memilih antara remote control atau kabin operator yang ergonomis. Komponen listrik menggunakan merek terpercaya, seperti CHINT atau Schneider, dengan mekanisme pengangkat tipe winch trolley yang tangguh. 

Crane ini juga dilengkapi bearing HRB berkualitas tinggi, hook tempa dengan pengaman, serta kecepatan pengangkatan hingga 10 meter per menit. Pergerakan melintang mencapai 20 meter per menit, dan pergerakan panjang hingga 30 meter per menit. Terdapat opsi tambahan variable frequency drive (VFD) dan overhang part sesuai kebutuhan Anda.

Baca juga: Bagaimana Winch Bekerja Sama dengan Hoist pada Crane?

Keunggulan Hoist Crane Double Girder dari PT Jaya Karya Makassar

PT Jaya Karya Makassar tidak hanya menyediakan berbagai jenis crane berkualitas tinggi, tetapi juga menghadirkan beragam keunggulan yang menjadikannya pilihan utama untuk kebutuhan industri berat.

1. Desain Konstruksi yang Tangguh dan Presisi

Overhead Hoist Crane Double Girder

Setiap unit crane dibuat menggunakan baja berkualitas tinggi yang tahan terhadap beban berat serta kondisi kerja ekstrem. Struktur ganda pada girder memberikan kekuatan tambahan, memastikan kestabilan saat mengangkat muatan besar. 

Desainnya juga memperhatikan efisiensi ruang dan kemudahan perawatan, sehingga dapat digunakan secara maksimal dalam jangka panjang.

2. Dilengkapi Sistem Kontrol Modern dan Hemat Energi

Overhead Crane Double Girder Tavol

Sistem pengendalian membuat gerakan lifting dan troli menjadi halus, stabil, dan lebih hemat energi. Teknologi ini mengoptimalkan penggunaan daya listrik tanpa mengurangi performa alat. Operator pun dapat mengatur kecepatan sesuai kebutuhan melalui remote control, kabin kontrol, atau pendant control dengan respons cepat dan aman.

3. Komponen Listrik Berkualitas Internasional

Hoist Crane Double Girder Gantry Crane

PT Jaya Karya Makassar hanya menggunakan komponen listrik dari merek terpercaya, seperti CHINT atau Schneider, yang sudah teruji tahan lama dan efisien dalam konsumsi daya. Kualitas komponen premium ini menjamin kinerja crane tetap stabil, mengurangi risiko kerusakan mendadak, serta memperpanjang usia pakai sistem kelistrikan.

4. Sistem Keamanan dan Operasional yang Ergonomis

Hoist Crane Double Girder dalam gudang

Keamanan dan kenyamanan operator menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap crane dilengkapi dengan hook berpengaman ganda, limit switch, dan emergency stop system untuk mencegah kecelakaan kerja. Selain itu, desain kabin atau panel kontrol dibuat ergonomis, memudahkan operator dalam pengoperasian dengan durasi panjang.

Baca juga: Berbagai Layanan dari PT Jaya Karya Makassar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *