
Overhead crane block merupakan bagian dari sistem hoisting yang bekerja menahan dan mengarahkan beban melalui hook serta wire rope. Ketika muncul tanda keausan atau wire rope terlihat memanjang, sumber masalahnya tidak selalu berada pada block secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting memahami komponen yang terlibat agar tindakan perbaikan tidak keliru dan crane tetap dapat digunakan secara aman.
Table of Contents
ToggleApa Itu Overhead Crane Block dan Bagian Apa yang Bisa Aus?
Dalam sistem overhead crane, load block atau hook block adalah assembly yang digantung oleh hoisting rope. Assembly ini mencakup hook atau shackle, swivel, bearing, sheave, pin, dan frame. Sheave berfungsi sebagai roda beralur yang dilalui wire rope saat block bergerak naik dan turun.
Karena terdiri dari beberapa komponen, kondisi block tidak cukup dinilai hanya dari bentuk luarnya. Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain:
- Hook, yang menerima beban dan dapat mengalami keausan, deformasi, puntiran, atau retak.
- Sheave, yang alurnya harus tetap sesuai dan bebas dari kerusakan permukaan yang dapat merusak wire rope.
- Bearing, yang mendukung putaran sheave agar tetap lancar.
- Pin dan frame, yang perlu diperiksa jika terdapat kelonggaran, retak, bengkok, atau keausan berlebih.
- Wire rope, yang bekerja langsung dengan sheave dan dapat mengalami keausan, korosi, broken wires, kink, crushing, atau pengurangan diameter.
Pemanjangan atau meregang lebih tepat dikaitkan dengan wire rope, bukan load block sebagai satu kesatuan. Bahkan, panjang rope yang bertambah perlu dilihat bersama perubahan diameternya. Pemanjangan yang disertai pengurangan diameter dapat menjadi indikasi masalah pada bagian dalam rope.
Baca juga: Contoh Kondisi Kerusakan pada Bagian Lain Overhead Crane
Apa Penyebab Overhead Crane Block dan Wire Rope Cepat Aus?
Keausan biasanya berkaitan dengan kombinasi beban, frekuensi penggunaan, kondisi komponen, serta cara crane dioperasikan. Semakin berat dan sering sistem hoisting bekerja, semakin besar perhatian yang dibutuhkan terhadap komponen yang mengalami gerakan dan pembebanan berulang. Beberapa kondisi yang dapat mempercepat keausan meliputi:
- Beban dan siklus kerja tinggi, sehingga komponen menerima pembebanan berulang.
- Wire rope tidak sesuai spesifikasi, baik dari ukuran maupun konstruksinya.
- Reeving atau pemasangan rope tidak sesuai, sehingga jalur rope terhadap sheave menjadi tidak tepat.
- Groove sheave aus atau rusak, sehingga kontak dengan rope tidak lagi optimal.
- Bearing sheave bermasalah, menyebabkan putaran menjadi berat, tersendat, atau tidak lancar.
- Pelumasan dan preventive maintenance kurang, yang dapat meningkatkan gesekan dan korosi.
- Lingkungan kerja, seperti debu, kotoran, kelembapan, atau kondisi yang mempercepat korosi.
- Pengoperasian yang kasar, termasuk percepatan atau perlambatan beban secara mendadak.
Alignment juga perlu diperhatikan. Saat rope masuk dan keluar dari sheave, posisinya harus tetap sesuai jalur. Sheave yang tidak berputar bebas atau rope yang tidak sejajar dapat meningkatkan gesekan dan mempercepat kerusakan.
Baca juga: Pelajari Classification Overhead Crane agar Crane Bekerja sesuai dengan Siklus yang Dibutuhkan
Bagaimana Mengecek Overhead Crane Block yang Mulai Aus?
Pemeriksaan tidak cukup dilakukan dengan melihat apakah crane masih mampu mengangkat beban. Komponen dapat mengalami penurunan kondisi sebelum gangguannya terlihat jelas saat pengoperasian.
1. Periksa Kondisi Wire Rope

Perhatikan seluruh bagian rope yang dapat diperiksa, terutama dari sisi:
- pengurangan diameter;
- broken wires;
- keausan pada kawat luar;
- korosi;
- kink atau tekukan;
- crushing;
- cutting atau kerusakan lain;
- unstranding atau perubahan bentuk konstruksi rope.
Bandingkan panjang dan diameter rope dengan kondisi awal atau spesifikasi yang digunakan. Jika rope bertambah panjang sekaligus mengalami pengurangan diameter, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kerusakan pada bagian inti rope.
Baca juga: Contoh Kondisi Wire Rope yang Perlu Diganti
2. Periksa Sheave dan Bearing

Pastikan sheave dapat berputar bebas dan lancar ketika rope bergerak. Periksa groove dari keausan, perubahan bentuk, atau kerusakan yang dapat memengaruhi rope. Bearing juga perlu diperhatikan apabila sheave terasa berat atau menunjukkan gerakan yang tidak normal. Pemeriksaan sheave mencakup kondisi groove, flange, bearing, serta kelancaran putarannya.
3. Periksa Hook dan Struktur Block

Hook perlu diperiksa dari retak, bending, twisting, serta tanda keausan. Sementara itu, pin, shaft, bearing, frame, dan komponen pengunci perlu diperhatikan jika terdapat kelonggaran, retak, bengkok, atau keausan berlebih. Sheave yang aus atau retak serta pin, bearing, shaft, dan komponen lain yang aus, retak, atau terdistorsi adalah bagian dari pemeriksaan berkala.
Jika ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, crane sebaiknya tidak langsung digunakan kembali. Perbaikan perlu dilakukan oleh personel yang ditunjuk atau kompeten sebelum pengoperasian dilanjutkan.
Baca juga: Kondisi Hook yang Mengkhawatirkan dan Perlu Diganti
Apa Solusi untuk Overhead Crane Block yang Meregang atau Aus?
Setelah sumber masalah diketahui, tindakan perbaikan harus disesuaikan dengan komponen yang mengalami kerusakan. Tidak semua kondisi membutuhkan penggantian seluruh block.
| Kondisi yang ditemukan | Solusi yang dapat dilakukan |
| Wire rope mengalami kerusakan atau kehilangan kondisi kerja yang layak | Ganti wire rope dengan ukuran, grade, dan konstruksi yang sesuai |
| Sheave groove mengalami keausan | Evaluasi kondisi groove, lalu lakukan perbaikan atau penggantian sesuai hasil pemeriksaan |
| Bearing sheave rusak | Ganti bearing yang sudah tidak dapat bekerja dengan baik |
| Reeving atau alignment tidak sesuai | Koreksi pemasangan dan jalur rope sesuai konfigurasi yang direkomendasikan |
| Hook mengalami retak atau deformasi | Hentikan penggunaan dan lakukan penggantian sesuai ketentuan yang berlaku |
| Pin, shaft, frame, atau komponen kritis mengalami kerusakan | Ganti komponen yang rusak sebelum crane kembali digunakan |
Untuk wire rope, penggantian harus mengacu pada kondisi aktual dan rekomendasi manufacturer, bukan sekadar karena rope terlihat lebih panjang. Rope pengganti harus memiliki ukuran, grade, dan konstruksi yang sama dengan rope asli, kecuali ada rekomendasi berbeda berdasarkan kondisi kerja.
Jika sheave mengalami keausan, tindakan juga tidak seharusnya dilakukan dengan mengabaikan penyebabnya. Groove, bearing, alignment, dan kondisi rope perlu dievaluasi bersama. Dengan begitu, penggantian satu komponen tidak hanya menjadi solusi sementara sementara sumber masalah tetap ada.
Program preventive maintenance kemudian perlu disesuaikan dengan rekomendasi manufacturer, tingkat penggunaan, dan lingkungan kerja crane. Preventive maintenance juga merupakan bagian dari pengelolaan crane yang aman.
Baca juga: Contoh Preventive Maintenance yang Dapat Diterapkan
Gunakan Overhead Crane yang Sesuai dengan Kebutuhan Industri
Pemeliharaan memang penting, tetapi kebutuhan tersebut juga perlu dipertimbangkan sejak pemilihan unit. PT Jaya Karya Makassar merupakan distributor resmi Tavol sejak 2015, dengan pilihan overhead crane model Universal dan Europe. Keduanya tersedia dalam kapasitas 3–200 ton serta pilihan single girder dan double girder.
Untuk membantu menyesuaikan crane dengan kebutuhan industri, PT Jaya Karya Makassar menyediakan konsultasi gratis dengan ahli, layanan custom dan fabrikasi, serta pengiriman ke seluruh Indonesia. Setiap unit juga dilengkapi garansi resmi dan sertifikasi resmi.
Dukungan tidak berhenti pada pengadaan unit. Tersedia layanan after-sales dan suku cadang resmi, serta free pelatihan operator untuk setiap pembelian crane. Anda dapat berkonsultasi lebih dahulu mengenai kebutuhan kapasitas dan konfigurasi sebelum menentukan overhead crane yang sesuai.