Jenis Overhead Crane Pabrik

Apa saja jenis overhead crane pabrik? Perbedaan jenis ini akan memengaruhi semua proses lifting yang akan dilakukan. Oleh karena itu, memahami jenis overhead crane pabrik penting sebelum menentukan alat angkat untuk fasilitas produksi. Berikut penjelasan lengkapnya!

Jenis Overhead Crane Berdasarkan Girder dan Sistem Runway

Overhead crane dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlah girder maupun posisi roda crane terhadap runway. Keduanya merupakan dasar klasifikasi yang berbeda. Oleh karena itu, single girder tidak berlawanan langsung dengan top running, begitu pula double girder tidak otomatis berarti under running. Sebuah crane dapat memiliki kombinasi konfigurasi tertentu.

1. Single Girder Overhead Crane

overhead crane pabrik

Single girder overhead crane menggunakan satu girder utama sebagai bridge yang menopang dan menjadi lintasan bagi hoist. Konfigurasi ini banyak digunakan untuk kebutuhan lifting yang relatif lebih ringan dibandingkan aplikasi heavy-duty dengan double girder.

Keunggulan utamanya terletak pada konstruksi yang lebih sederhana dan kebutuhan struktur yang dapat lebih ringan, tergantung hasil desain. Single girder dapat diterapkan pada berbagai fasilitas seperti workshop, gudang, area produksi, dan fasilitas manufaktur.

Namun, pemilihan single girder tetap harus berdasarkan parameter teknis. Kapasitas beban, span, lifting height, frekuensi penggunaan, serta kondisi runway perlu dihitung terlebih dahulu. Jadi, tidak tepat jika single girder selalu dianggap hanya untuk kapasitas tertentu.

2. Double Girder Overhead Crane

overhead crane pabrik

Double girder memiliki dua girder utama yang membentuk struktur bridge. Konfigurasi ini umumnya dipertimbangkan untuk kebutuhan lifting yang lebih berat, bentang yang lebih panjang, atau pekerjaan yang membutuhkan hook height lebih besar.

Salah satu keuntungan desainnya adalah hoist atau winch dapat ditempatkan di atas bridge pada konfigurasi tertentu, sehingga ruang pengangkatan dapat dimanfaatkan lebih optimal. Konecranes juga menjelaskan bahwa desain double girder umumnya memungkinkan hook height lebih besar dibandingkan single girder.

Double girder banyak digunakan pada aplikasi heavy-duty, termasuk workshop pemrosesan, fasilitas industri berat, gudang, dan area produksi yang membutuhkan pengangkatan material dengan beban besar. Spesifikasi akhirnya tetap ditentukan berdasarkan kebutuhan proyek, bukan semata-mata jumlah girder.

Baca juga: Keunggulan Masing-Masing Tipe Girder

3. Top Running Overhead Crane

overhead crane pabrik

Pada sistem top running, end truck atau roda crane bergerak di bagian atas runway beam. Bridge crane kemudian melintasi area kerja mengikuti jalur runway yang telah dirancang.

Konfigurasi ini dapat digunakan pada single maupun double girder. Oleh karena itu, istilah top running menunjukkan posisi crane terhadap runway, bukan jumlah girder. Desainnya perlu mempertimbangkan tinggi bangunan, posisi runway, ruang bebas, serta area yang harus dijangkau crane.

Baca juga: Cara Kerja Top Running Overhead Crane secara Lengkap!

4. Under Running atau Underhung Overhead Crane

overhead crane pabrik

Pada konfigurasi under running atau underhung, end truck bergerak pada flange bawah runway beam. Sistem ini dapat dipertimbangkan ketika kondisi bangunan dan kebutuhan pemanfaatan ruang membuat posisi runway di bawah struktur lebih sesuai.

Kesesuaian underhung tidak dapat ditentukan hanya dari kapasitas crane. Struktur bangunan, desain runway, beban roda, bentang, dan ruang gerak harus diperiksa sebelum instalasi. Dengan demikian, top running dan under running merupakan pilihan konfigurasi yang perlu disesuaikan dengan kondisi fasilitas.

Baca juga: Keunggulan Tipe Under Running atau Underhung

Parameter Teknis yang Menentukan Spesifikasi Overhead Crane

Setelah jenis konfigurasi ditentukan, spesifikasi overhead crane pabrik perlu disesuaikan dengan parameter kerja. Perhitungan ini membantu memastikan crane tidak hanya mampu mengangkat beban, tetapi juga dapat bekerja sesuai kebutuhan operasional.

  • Lifting Capacity: Lifting capacity atau kapasitas angkat harus ditentukan dari beban maksimum yang akan ditangani. Perhitungannya perlu mempertimbangkan material, lifting accessories, dan attachment yang ikut bekerja dalam proses pengangkatan.
  • Span: Span merupakan jarak yang menentukan lebar jangkauan bridge crane antara dua runway. Nilainya harus disesuaikan dengan lebar area kerja yang membutuhkan layanan crane.
  • Lifting Height: Lifting height menentukan seberapa tinggi hook dapat mengangkat beban. Parameter ini perlu mempertimbangkan posisi beban saat diambil, titik tujuan, serta ruang bebas antara beban, crane, dan struktur bangunan.
  • Runway Length: Runway length menentukan seberapa jauh bridge crane dapat bergerak sepanjang bangunan. Panjangnya sebaiknya mengikuti area produksi atau penyimpanan yang memang perlu dijangkau, bukan sekadar mengikuti panjang gedung.
  • Duty Class dan Frekuensi Kerja: Crane yang digunakan beberapa kali sehari memiliki kebutuhan berbeda dari unit yang bekerja terus-menerus dalam proses produksi. Oleh karena itu, frekuensi pengangkatan dan jumlah siklus kerja perlu menjadi bagian dari penentuan duty class. Model heavy-duty Tavol, misalnya, memiliki pilihan work duty A5, A6, dan A7 pada lini double girder tertentu.
  • Kecepatan Gerak dan Sumber Daya: Lifting speed, trolley travel speed, dan crane travel speed juga memengaruhi produktivitas. Selain itu, sumber serta tegangan listrik yang tersedia di lokasi perlu dicocokkan dengan kebutuhan sistem kelistrikan crane.

Bagaimana Struktur Pabrik Mendukung Overhead Crane?

Overhead crane tidak berdiri sebagai unit yang terpisah dari bangunan. Sistem ini membutuhkan runway dan struktur pendukung yang mampu menerima beban serta gaya yang muncul selama pengoperasian.

Runway beam menjadi lintasan bagi end truck. Pada konfigurasi top running, roda crane berjalan di atas runway, sedangkan pada sistem under running roda bergerak pada flange bawah runway. Oleh karena itu, desain runway harus mempertimbangkan konfigurasi crane yang digunakan.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah wheel load dan reaksi struktur. Kapasitas angkat crane tidak otomatis berarti struktur bangunan mampu menanggung seluruh beban sistem. Pemeriksaan struktur pendukung perlu dilakukan sebelum pemasangan agar runway, kolom, sambungan, dan elemen bangunan yang menerima beban sesuai dengan kebutuhan instalasi.

Pada bangunan yang belum memiliki support structure memadai, struktur khusus dapat dirancang untuk menopang runway crane. Engineering struktur menjadi bagian penting karena perubahan pada bangunan setelah crane dipilih dapat meningkatkan biaya dan memperpanjang waktu instalasi.

Baca juga: Apakah Semua Crane Membutuhkan Support Structure?

Gunakan Overhead Crane Pabrik Bergaransi Resmi dan Berkualitas!

Tersedia overhead crane Tavol untuk kebutuhan industri dengan pilihan Universal Model dan Europe Model. Konfigurasinya tersedia dalam pilihan single girder dan double girder, dengan kapasitas yang ditawarkan mulai dari 3 ton hingga 200 ton sesuai model dan kebutuhan proyek.

Setiap kebutuhan dapat dikonsultasikan berdasarkan kapasitas, span, lifting height, panjang runway, duty kerja, hingga kondisi bangunan. Tersedia pula layanan pembuatan support structure overhead crane sehingga kebutuhan crane dan struktur pendukung dapat direncanakan sebagai satu sistem. 

Untuk mendukung pengoperasian, unit Tavol dari PT Jaya Karya Makassar juga memiliki berbagai safety features, seperti overload protection, limit switch, emergency stop, dan lain-lain. Spesifikasi safety device dapat berbeda berdasarkan model dan konfigurasi unit. 

Tersedia juga layanan konsultasi gratis, after sales, maintenance, instalasi, serta free pelatihan operator untuk setiap pembelian unit crane. Konsultasikan kebutuhan pabrik Anda sekarang juga!

Related Post

Kenapa Lifting Plan Overhead Crane Penting?

Mengangkat beban dengan overhead crane bukan hanya soal mengetahui berapa ton kapasitas alat. Sebelum hook bergerak, tim perlu memahami karakteristik beban, cara mengikatnya, kondisi area, hingga...

Kapan Overhead Crane Cabs Perlu Diganti?

Overhead crane cabs menjadi area kerja operator yang digunakan untuk mengendalikan crane sekaligus memantau proses pengangkatan. Karena terus berada di lingkungan industri, kondisi kabin dapat berubah...

Jasa Pembuatan Overhead Crane Terdekat

Mencari jasa pembuatan overhead crane tidak cukup hanya dengan membandingkan kapasitas angkat. Kebutuhan setiap fasilitas bisa berbeda, sehingga pemilihan model, ukuran, tinggi angkat, hingga...