
Overhead crane harus mampu mengangkat beban sampai elevasi yang dibutuhkan, bukan hanya memiliki kapasitas angkat sesuai. Overhead crane hook height perlu diperiksa sejak desain. Di area produksi, kait mungkin perlu membawa mesin melewati dudukan, memindahkan material ke platform, atau mengangkat komponen ke posisi tertentu. Jika ketinggian kait tidak direncanakan dengan tepat, beban bisa tertahan sebelum mencapai titik tujuan.
Oleh karena itu, overhead crane hook height perlu ditentukan sejak perencanaan. Ukuran ini berkaitan dengan elevasi lantai, posisi trolley, dan dimensi hoist. Perhitungannya dapat dilakukan dari gambar teknis, lalu diverifikasi terhadap kondisi bangunan dan kebutuhan pengangkatan yang sebenarnya.
Apa yang Dimaksud dengan Hook Height?
Dalam spesifikasi, overhead crane hook height adalah jarak vertikal dari permukaan lantai jadi (finished floor level) ke dudukan kait (hook saddle) ketika kait berada pada posisi paling atas. Dalam spesifikasi banyak produsen, ukuran ini juga disebut lifting height. Jadi, istilah tersebut tidak selalu berarti jarak perjalanan kait dari posisi paling bawah ke posisi paling atas.
Jarak perjalanan vertikal kait disebut hook travel atau hoist travel. Sementara itu, C-dimension adalah jarak dari permukaan lintasan roda trolley hoist ke dudukan kait saat berada di posisi tertinggi. C-dimension membantu menentukan seberapa tinggi kait dapat naik terhadap posisi trolley.
Istilah headroom juga perlu dibaca sesuai gambar teknis. Pada desain overhead crane, istilah ini dapat merujuk pada ruang vertikal yang tersedia antara bagian atas rel runway dan penghalang bangunan terendah. Pada spesifikasi hoist, istilah headroom dapat digunakan untuk dimensi antara titik suspensi atau tumpuan hoist dan kait pada posisi tertinggi. Karena titik acuannya berbeda, jangan menyamakan headroom dengan hook height atau C-dimension tanpa memeriksa definisi pada gambar.
| Istilah | Arti pengukuran |
| Hook height / lifting height | Dari lantai jadi ke dudukan kait pada posisi tertinggi |
| Hook travel | Jarak gerak kait dari posisi terendah ke tertinggi |
| C-dimension | Dari permukaan lintasan roda trolley ke dudukan kait pada posisi tertinggi |
| Headroom | Ruang atau dimensi vertikal sesuai titik acuan yang ditetapkan pada gambar crane/hoist |
Baca juga: Rumus Hitungan Tinggi Crane
Cara Mengukur Sebelum Menghitung
Pengukuran awal memastikan titik acuan perhitungan benar. Lakukan pemeriksaan pada area kerja yang akan dilayani crane.
- Tetapkan elevasi lantai jadi. Jadikan permukaan lantai tempat beban diambil sebagai acuan nol. Jika area memiliki pit, lantai bertingkat, atau platform, catat elevasinya secara terpisah.
- Ukur posisi runway rail. Catat elevasi permukaan atas rel dari lantai. Ukuran ini menjadi dasar untuk memeriksa posisi bridge dan trolley.
- Periksa bidang lintasan trolley. Pada crane girder tunggal, trolley umumnya berjalan pada flange bawah girder. Pada konfigurasi girder ganda, trolley atau hoist dapat berjalan pada rel di bagian atas girder. Oleh karena itu, bidang lintasan roda trolley tidak selalu sama dengan elevasi runway rail.
- Dapatkan C-dimension hoist. Ambil ukuran dari gambar dimensi model hoist yang dipilih. Pastikan pengukuran berakhir pada dudukan kait, bukan ujung bawah hook block atau bagian lain.
- Catat penghalang bangunan. Periksa balok atap, rangka, lampu, pipa, ducting, dan cable tray di seluruh area lintasan. Penghalang membatasi posisi crane atau ruang gerak beban.
Jangan menggunakan perkiraan visual untuk menggantikan ukuran komponen. Jika crane belum dipasang, gunakan gambar tata letak dan gambar dimensi dari pemasok, kemudian cocokkan dengan survei bangunan.
Baca juga: Hitung juga Load Lifting agar Alat Anda Aman dalam Jangka Waktu Lama
Rumus dan Contoh Perhitungan
Cara menghitung overhead crane hook height adalah menggunakan elevasi permukaan lintasan roda trolley dan C-dimension hoist. Rumus dasarnya:
Hook height = elevasi permukaan lintasan roda trolley − C-dimension
Misalnya, elevasi permukaan lintasan roda trolley adalah 8.000 mm dari lantai jadi. Berdasarkan gambar teknis hoist, C-dimension-nya 1.100 mm. Maka:
Hook height = 8.000 − 1.100 = 6.900 mm
Dengan konfigurasi dan titik acuan tersebut, dudukan kait dapat mencapai elevasi sekitar 6.900 mm atau 6,9 meter dari lantai. Angka ini merupakan contoh perhitungan, bukan ukuran standar untuk semua overhead crane. Nilai C-dimension harus diambil dari gambar model hoist yang benar karena dapat berubah menurut tipe hoist, susunan reeving, kapasitas, dan konfigurasi trolley.
Jika yang diketahui baru elevasi runway rail, jangan langsung mengurangkan C-dimension dari angka tersebut. Tentukan elevasi permukaan lintasan roda trolley. Contohnya, pada trolley yang berjalan di flange bawah girder, bidang lintasannya berada di bawah runway rail. Selisih elevasi antara rel runway dan bidang lintasan trolley harus diperhitungkan sebelum rumus digunakan.
Bandingkan elevasi kait tertinggi dengan kebutuhan titik angkat. Misalnya, titik angkat beban harus berada pada elevasi 5.800 mm dan jarak vertikal dari dudukan kait ke titik angkat melalui sling adalah 700 mm. Elevasi dudukan kait yang dibutuhkan secara geometris menjadi 6.500 mm.
Jika kait hanya dapat mencapai 6.300 mm, konfigurasi tersebut belum memenuhi kebutuhan. Gunakan panjang efektif rigging saat terpasang. Pastikan beban dan aksesori tidak membentur struktur. Dengan demikian, overhead crane hook height yang dihitung benar-benar sesuai kebutuhan pengangkatan.
Baca juga: Lifting Plan yang Aman untuk Penggunaan Crane
Faktor yang Memengaruhi Hasil Perhitungan
Sejumlah faktor dapat mengubah elevasi maksimum kait atau membatasi pemanfaatannya.
1. Posisi Runway dan Konstruksi Girder

Elevasi rel serta kedalaman girder menentukan letak bidang lintasan trolley. Pada bangunan yang sudah berdiri, posisi runway sering dibatasi struktur kolom dan balok yang ada. Oleh karena itu, perubahan tinggi girder dapat memengaruhi ruang yang tersedia bagi hoist.
2. Jenis Hoist dan Trolley

Dimensi hoist, susunan roda trolley, serta posisi pemasangannya memengaruhi C-dimension. Hoist tipe low-headroom dapat dipilih ketika ruang vertikal terbatas, tetapi ukuran pastinya tetap harus diperiksa pada gambar teknis. Jangan menganggap semua model dengan kapasitas sama memiliki dimensi identik. Pilihan konfigurasi ini ikut menentukan overhead crane hook height yang dapat dicapai.
3. Sistem reeving dan Hook Block

Jumlah bagian tali kawat atau rantai yang menopang beban serta desain hook block berkaitan dengan konfigurasi hoist. Perbedaan konfigurasi dapat menghasilkan C-dimension yang berbeda. Gunakan data dari model dan kapasitas yang benar-benar akan dipasang.
4. Beban dan Alat Bantu Angkat

Tinggi beban, posisi titik angkat, sling, shackle, lifting beam, atau spreader bar menentukan elevasi kait yang diperlukan. Kait yang dapat mencapai elevasi tertentu belum tentu membuat beban bisa ditempatkan di sana karena aksesori angkat mengambil sebagian jarak vertikal.
5. Penghalang di Area Operasi

Lampu, pipa, rangka atap, dan instalasi lain perlu diperiksa bukan hanya pada posisi crane, tetapi juga sepanjang jalur perpindahan beban. Pastikan tersedia ruang bebas yang cukup berdasarkan rancangan dan prosedur pengangkatan.
Baca juga: Kualitas Hook juga Ditentukan oleh Langkah Fabrikasi Berikut!
Konsultasikan Kebutuhan Overhead Crane Anda Kepada Kami!
Penentuan overhead crane hook height perlu disesuaikan dengan dimensi bangunan, konfigurasi hoist, dan kebutuhan pemindahan material. PT Jaya Karya Makassar merupakan distributor resmi overhead crane merek Tavol sejak 2015. Tersedia dua pilihan model, yaitu Universal dan Europe, dengan kapasitas 3 ton hingga 200 ton. Produk dilengkapi garansi dan sertifikasi resmi.
PT Jaya Karya Makassar melayani pengiriman ke seluruh Indonesia dengan aman, instalasi, fabrikasi, kustomisasi, dan layanan after-sales. Anda juga dapat berkonsultasi secara gratis untuk mencocokkan spesifikasi crane dengan kondisi fasilitas. Setiap pembelian crane mendapatkan pelatihan operator tanpa biaya tambahan.
