Macam-Macam Lifting Devices Overhead Crane

Dalam pekerjaan material handling, lifting devices overhead crane membantu menghubungkan sistem pengangkat dengan material yang akan dipindahkan. Perangkat yang digunakan tidak selalu sama karena bentuk, berat, karakteristik, dan cara mengambil beban dapat berbeda. 

Oleh karena itu, sebuah crane dapat menggunakan attachment tertentu sesuai kebutuhan pekerjaan, mulai dari hook untuk beban umum hingga grab bucket untuk material curah. Berikut penjelasan lengkapnya!

Macam-Macam Lifting Devices Overhead Crane

Lifting devices dapat bekerja dengan cara mengaitkan, menjepit, mencengkeram, menggunakan gaya magnet, atau menopang beban dari beberapa titik. Jenis yang digunakan harus sesuai dengan karakter material dan konfigurasi pengangkatan. Kesalahan memilih perangkat dapat membuat beban tidak stabil atau menyebabkan perangkat bekerja di luar kondisi yang dirancang.

1. Hook

lifting devices overhead crane

Hook merupakan perangkat pengait yang paling umum digunakan pada overhead crane. Fungsinya menyediakan titik penghubung antara hoist dan beban, biasanya melalui sling, shackle, chain, atau perlengkapan rigging lainnya. Karena metode pengikatannya fleksibel, hook dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan pengangkatan selama material memiliki titik angkat atau dapat dirigging dengan benar.

Hook tersedia dalam beberapa konfigurasi, termasuk single hook dan double hook. Pemilihannya bergantung pada kebutuhan pengangkatan dan konstruksi hook yang digunakan. Dalam penggunaannya, kondisi fisik hook juga perlu diperhatikan. Peraturan keselamatan kerja di Indonesia mensyaratkan hook dilengkapi kunci pengaman dan menetapkan batas kondisi tertentu yang membuat hook tidak boleh digunakan.

Baca juga: Kapan Hook Mulai Rusak dan Bagaimana Tandanya?

2. Grab Bucket

lifting devices overhead crane

Grab bucket digunakan untuk mengambil material yang dapat dicengkeram atau diambil secara langsung menggunakan bucket. Perangkat ini memiliki mekanisme yang memungkinkan bucket membuka saat mengambil material dan menutup untuk menahan muatan selama proses pengangkatan.

Jenis ini banyak digunakan untuk material curah seperti batu bara, pasir, bijih, mineral, dan material sejenis. Grab bucket memungkinkan proses mengambil, mengangkat, memindahkan, dan menumpahkan material dilakukan secara berulang tanpa harus mengikat setiap muatan dengan sling. Kapasitas dan bentuk bucket perlu disesuaikan dengan karakter material, volume muatan, serta kemampuan sistem crane.

Baca juga: Pilih Mana antara Bucket vs Hook?

3. Lifting Magnet

lifting devices overhead crane

Lifting magnet menggunakan gaya magnet untuk mengangkat material yang memiliki sifat feromagnetik. Dalam pekerjaan industri, perangkat ini dapat digunakan untuk menangani pelat baja, profil, billet, scrap, atau material berbasis besi tertentu yang sesuai dengan spesifikasi magnet.

Keuntungan utamanya adalah material dapat diambil tanpa proses pemasangan sling secara manual pada setiap siklus. Namun, kemampuan angkat tidak hanya ditentukan oleh berat material. Ketebalan, luas kontak, kondisi permukaan, bentuk material, dan karakteristik material dapat memengaruhi gaya magnet yang tersedia. Oleh karena itu, lifting magnet harus dipilih berdasarkan kondisi beban yang sebenarnya.

4. Clamp

lifting devices overhead crane

Clamp bekerja dengan cara menjepit bagian tertentu dari material sehingga dapat diangkat menggunakan crane. Salah satu penerapannya adalah plate clamp untuk menangani pelat, sedangkan tipe clamp lainnya dapat dirancang untuk bentuk atau kebutuhan material yang berbeda.

Cara kerja clamp membuat posisi dan kondisi material menjadi bagian penting dalam penggunaannya. Arah pengangkatan, ketebalan material, kapasitas clamp, serta kondisi permukaan perlu sesuai dengan spesifikasi perangkat. Clamp juga harus digunakan sebagaimana peruntukannya, bukan sekadar berdasarkan kemampuan fisiknya untuk mencengkeram benda.

5. C-Hook

lifting devices overhead crane

C-hook memiliki konstruksi menyerupai huruf C dan umumnya digunakan untuk menangani material berbentuk coil. Bagian bawah hook masuk ke bagian tengah gulungan sehingga coil dapat ditopang dari sisi dalam ketika diangkat.

Perangkat ini banyak digunakan dalam penanganan steel coil dan material gulungan lainnya yang memiliki konfigurasi sesuai. Ukuran bagian yang masuk ke dalam coil harus disesuaikan dengan diameter bagian dalam gulungan. Berat coil, ukuran keseluruhan, posisi pusat gravitasi, dan kapasitas C-hook juga perlu diperhitungkan agar pengangkatan berlangsung sesuai desain perangkat. C-hook sendiri termasuk salah satu jenis non-fixed load lifting attachment yang dikenal dalam standar keselamatan crane.

6. Lifting Beam dan Spreader Beam

Lifting beam dan spreader beam digunakan ketika beban perlu ditopang dari beberapa titik atau membutuhkan konfigurasi pengangkatan yang lebih terkontrol. Keduanya dapat membantu mengatur posisi sling dan mendukung pengangkatan material yang panjang atau memiliki distribusi beban tertentu.

Lifting beam pada dasarnya memiliki titik pengangkatan untuk mendukung beban dari beberapa posisi. Sementara itu, spreader beam menggunakan konfigurasi yang membantu menjaga sling atau titik pengangkatan tetap menyebar sehingga geometri pengangkatan sesuai kebutuhan. Karena merupakan bagian dari sistem pengangkatan, berat beam juga harus diperhitungkan terhadap kapasitas yang tersedia pada crane.

7. Lifting Frame

Lifting frame berupa rangka dengan beberapa titik pengangkatan yang dirancang untuk menangani beban berukuran besar, bentuk tidak beraturan, atau material yang membutuhkan dukungan dari beberapa posisi. Berbeda dengan beam yang umumnya berbentuk elemen balok, frame dapat membentuk struktur yang mengikuti kebutuhan geometri beban.

Perangkat ini dapat digunakan untuk pekerjaan khusus ketika satu hook atau konfigurasi sling biasa tidak cukup untuk menjaga posisi beban. Desainnya perlu mempertimbangkan berat total, pusat gravitasi, posisi titik angkat, dimensi material, dan hubungan antara frame dengan crane. Karena sifatnya khusus, lifting frame umumnya perlu dirancang berdasarkan kebutuhan pekerjaan yang sebenarnya.

Bagaimana Memilih Lifting Devices untuk Overhead Crane?

Memilih lifting devices tidak cukup dengan mencocokkan kapasitas perangkat dengan berat material. Beberapa faktor berikut perlu diperhatikan agar perangkat yang digunakan sesuai dengan kondisi pengangkatan:

  • Jenis dan karakteristik beban: Tentukan apakah material berupa benda padat, curah, coil, pelat, profil, atau struktur besar karena masing-masing membutuhkan metode handling berbeda.
  • Berat beban dan kapasitas perangkat: Pastikan kapasitas lifting device mencukupi beban kerja. Berat attachment yang digunakan juga perlu diperhitungkan dalam kapasitas pengangkatan crane.
  • Titik berat dan titik angkat: Pusat gravitasi menentukan bagaimana beban akan menggantung dan apakah diperlukan beberapa titik pengangkatan.
  • Metode pengangkatan: Tentukan apakah material lebih tepat dikaitkan, dijepit, dicengkeram, diangkat dengan magnet, atau ditopang menggunakan beam maupun frame.
  • Dimensi dan bentuk material: Panjang, lebar, ketebalan, diameter, serta bentuk khusus dapat menentukan ukuran dan jenis perangkat yang diperlukan.
  • Kondisi lingkungan kerja: Temperatur, kelembapan, debu, kondisi permukaan, dan lingkungan operasional dapat memengaruhi penggunaan attachment tertentu.
  • Working Load Limit (WLL): Gunakan perangkat sesuai kapasitas beban kerja yang ditetapkan dan jangan melampaui batas penggunaannya.
  • Kompatibilitas dengan crane: Pastikan attachment sesuai dengan hook, hoist, sistem kontrol, dan konfigurasi overhead crane yang digunakan.

Selain pemilihan, alat bantu angkat perlu diperiksa sebelum digunakan oleh personel yang berwenang sesuai prosedur kerja. Regulasi Indonesia juga mengatur bahwa alat bantu angkat dan angkut harus memiliki keterangan kapasitas beban kerja aman serta digunakan sesuai jenis dan kapasitasnya.

Baca juga: Hal yang Harus Dilakukan sebelum Proses Lifting

Pilihan Overhead Crane Tavol untuk Kebutuhan Industri

PT Jaya Karya Makassar menyediakan overhead crane Tavol dengan pilihan Universal Model dan Europe Model, tersedia dalam konfigurasi single girder maupun double girder dengan kapasitas mulai 3 ton hingga 200 ton. Lifting device dapat disesuaikan dengan kebutuhan handling, termasuk pilihan hook atau grab bucket. Kami juga menyediakan layanan pembuatan support structure overhead crane sesuai kebutuhan instalasi.

Kebutuhan setiap industri dapat berbeda, sehingga PT Jaya Karya Makassar menyediakan layanan fabrikasi dan custom melalui proses menyeluruh agar konfigurasi crane disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Kami melayani pengiriman ke seluruh Indonesia, pemasangan, after-sales, konsultasi gratis, serta menyediakan suku cadang resmi. 

Setiap pembelian unit crane juga mendapatkan free pelatihan operator, sementara overhead crane Tavol dilengkapi garansi resmi dan sertifikasi resmi untuk mendukung penggunaan jangka panjang.

Related Post

Jasa Pembuatan Overhead Crane Terdekat

Mencari jasa pembuatan overhead crane tidak cukup hanya dengan membandingkan kapasitas angkat. Kebutuhan setiap fasilitas bisa berbeda, sehingga pemilihan model, ukuran, tinggi angkat, hingga...

Panduan Lengkap Overhead Crane Duty Classification

Dalam pekerjaan industri, kebutuhan overhead crane tidak selalu sama meskipun kapasitas angkatnya terlihat serupa. Overhead crane duty classification menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan...

Macam-Macam Lifting Devices Overhead Crane

Dalam pekerjaan material handling, lifting devices overhead crane membantu menghubungkan sistem pengangkat dengan material yang akan dipindahkan. Perangkat yang digunakan tidak selalu sama karena...