
Menentukan overhead crane lifting load capacity tidak cukup hanya dengan melihat berat material yang akan diangkat. Dalam kondisi lapangan, beban pada hook juga dapat mencakup sling, spreader beam, lifting clamp, magnet, atau perangkat below-the-hook lainnya. Karena itu, perhitungan lifting load perlu dilakukan sebelum menentukan kapasitas overhead crane yang akan digunakan.
Kesalahan memilih kapasitas dapat membuat crane bekerja terlalu dekat dengan batas rated load. Sebaliknya, kapasitas yang terlalu besar juga dapat membuat investasi menjadi kurang efisien. Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan kapasitas overhead crane dengan tepat? Simak langkah dan faktor yang perlu diperhatikan berikut ini.
Table of Contents
ToggleCara Menghitung Overhead Crane Lifting Load
Langkah pertama adalah menentukan beban maksimum yang benar-benar akan diangkat. Gunakan beban terberat sebagai acuan, bukan berat rata-rata material. Setelah itu, identifikasi seluruh perangkat pengangkat yang ikut tergantung pada hook dan menjadi bagian dari beban. Secara sederhana, perhitungan dapat dituliskan:
Total lifting load = berat beban + berat lifting accessories
Lifting accessories dapat berupa sling, shackle, spreader beam, lifting beam, magnet, bucket, atau attachment lain yang ikut terangkat bersama material. Perangkat below-the-hook tersebut termasuk bagian dari beban yang diterima sistem pengangkatan.
Sebagai contoh, sebuah komponen mesin memiliki berat 8 ton dan menggunakan lifting accessories dengan berat total 0,5 ton. Maka:
Total lifting load = 8 ton + 0,5 ton = 8,5 ton
Angka 8,5 ton kemudian dibandingkan dengan rated load crane. Rated load merupakan kapasitas maksimum yang dirancang dan ditetapkan oleh produsen pada crane atau hoist. Crane tidak boleh dioperasikan melebihi rated load tersebut.
Perlu diperhatikan, jangan menggunakan rumus sederhana seperti total load × 1,25 untuk menentukan kapasitas nominal crane. Angka 125% berkaitan dengan ketentuan rated load test pada standar tertentu, bukan rumus universal untuk menentukan kapasitas crane yang harus dibeli.
Baca juga: Kerusakan yang Dapat Muncul apabila Salah Perhitungan
Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Kapasitas Crane
Setelah total overhead crane lifting load diketahui, pemilihan crane tidak berhenti pada angka tonase. Ada beberapa faktor teknis yang menentukan konfigurasi crane agar sesuai dengan kondisi fasilitas dan pola kerja.
1. Berat Beban Maksimum

Berat beban terberat merupakan data utama dalam menentukan rated capacity. Jika beban maksimum yang akan diangkat 8,5 ton termasuk lifting accessories, crane harus memiliki rated capacity yang sesuai dan tidak boleh dipilih di bawah kebutuhan tersebut.
Jika terdapat beberapa jenis material, gunakan beban paling berat yang memang akan diangkat dalam operasi normal sebagai salah satu dasar sizing.
2. Span atau Bentang Crane

Span adalah jarak horizontal dari pusat satu runway rail ke pusat runway rail lainnya. Nilai ini menentukan bentang bridge crane dan berpengaruh terhadap desain struktur serta konfigurasi girder.
Karena itu, crane dengan kapasitas yang sama belum tentu menggunakan konfigurasi yang sama jika span fasilitas berbeda. Pengukuran area kerja perlu dilakukan sebelum menentukan desain crane.
3. Lifting Height

Lifting height menunjukkan seberapa tinggi beban perlu dinaikkan. Data ini berhubungan dengan kebutuhan wire rope, drum, hook position, serta konfigurasi hoist.
Jangan hanya menghitung jarak dari lantai ke posisi tertinggi material. Posisi struktur, headroom, dan kebutuhan hook approach juga perlu diperiksa agar beban dapat diangkat tanpa terbentur struktur bangunan.
Baca juga: Perhitungan dan Langkah Sederhana untuk Mengetahui Kebutuhan Lifting Height Crane Anda!
4. Working Duty dan Frekuensi Penggunaan

Kapasitas tonase tidak menggambarkan seberapa sering crane digunakan. Crane yang mengangkat beban berat sesekali memiliki kebutuhan berbeda dengan crane yang bekerja berulang sepanjang jam produksi.
Frekuensi lifting, jumlah siklus kerja, karakter beban, dan intensitas penggunaan perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan working duty. Semakin berat pola operasinya, semakin penting pemilihan kelas kerja dan komponen crane dilakukan berdasarkan data penggunaan aktual.
Baca juga: Contoh Pembagian Kelas Beban Overhead Crane
5. Kondisi Lingkungan Kerja

Lingkungan pemasangan juga memengaruhi spesifikasi crane. Area dengan debu tinggi, temperatur tertentu, kelembapan, penggunaan outdoor, atau kondisi industri khusus dapat membutuhkan konfigurasi komponen dan perlindungan yang berbeda.
Data lingkungan sebaiknya disampaikan sejak tahap konsultasi supaya pilihan motor, panel, electrical component, dan perlindungan crane dapat disesuaikan dengan kondisi fasilitas.
6. Single Girder atau Double Girder

Jenis girder perlu dipilih berdasarkan kombinasi kapasitas, span, lifting height, duty, dan kebutuhan operasional. Single girder overhead crane dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan material handling dengan kapasitas tertentu, sedangkan double girder lebih sesuai untuk kebutuhan kapasitas dan konfigurasi yang lebih berat.
Jadi, jangan menentukan single girder atau double girder hanya berdasarkan angka tonase. Kondisi bangunan dan kebutuhan kerja tetap perlu dianalisis secara keseluruhan.
Baca juga: Perbedaan Keduanya Secara Lengkap di sini!
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli Overhead Crane
Agar perhitungan overhead crane lifting load capacity lebih akurat, calon pengguna sebaiknya menyiapkan data teknis sebelum meminta penawaran. Data ini membantu supplier melakukan sizing berdasarkan kondisi aktual, bukan sekadar memperkirakan kapasitas dari berat material. Beberapa data penting yang perlu disiapkan meliputi:
- Berat maksimum material yang akan diangkat.
- Berat sling dan lifting accessories.
- Jenis lifting attachment yang digunakan.
- Lifting height yang dibutuhkan.
- Span runway crane.
- Panjang lintasan bridge crane.
- Frekuensi dan jumlah siklus pengangkatan.
- Jenis serta karakteristik material.
- Kondisi lingkungan kerja.
- Kebutuhan lifting speed dan travel speed.
- Sumber dan tegangan listrik yang tersedia.
- Sistem kontrol yang diinginkan, seperti pendant atau remote.
Selain crane, struktur runway juga perlu diperhatikan. Rated load crane tidak otomatis berarti struktur bangunan sudah siap menerima seluruh beban dan reaksi yang ditimbulkan sistem crane. Pemeriksaan struktur pendukung menjadi bagian penting dalam proses instalasi dan engineering. Perubahan atau rerating crane juga memerlukan pemeriksaan terhadap crane dan struktur pendukung oleh pihak yang kompeten.
Baca juga: Bagaimana jika Perhitungan Sudah Benar tapi Struktur Crane Bermasalah di Kemudian Hari?
Konsultasikan Kebutuhan Overhead Crane di PT Jaya Karya Makassar
Masih ragu menentukan overhead crane lifting load capacity yang sesuai? PT Jaya Karya Makassar dapat membantu Anda menghitung segala hal mengenai crane bahkan kustomisasi overhead crane. Tim ahli kami juga akan memberikan rekomendasi overhead crane Tavol berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan.
Pilihan tersedia dalam konfigurasi single girder dan double girder, dengan kapasitas mulai dari 3 ton hingga kapasitas besar untuk kebutuhan industri. Konsultasi sizing dapat mempertimbangkan berat beban maksimum, lifting height, span, working duty, kondisi area kerja, hingga kebutuhan operasional.
Dengan data yang lengkap, kapasitas dan konfigurasi crane dapat ditentukan secara lebih tepat sehingga tidak hanya mengejar tonase, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan, keandalan, dan efisiensi investasi. Di sisi lain, apabila industri Anda belum memiliki runway, tim kami juga dapat membuat runway yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan industri Anda.
Hubungi PT Jaya Karya Makassar untuk mendapatkan konsultasi dan penawaran overhead crane Tavol yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan kondisi fasilitas Anda.