PT. Jaya Karya Makassar

Overhead Crane Installation – Tahapan dan Metode

Overhead crane tidak bisa langsung digunakan setelah seluruh komponennya tiba di lokasi proyek. Ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan agar posisi crane tepat, mekanisme pengangkatan berfungsi, dan sistem pengaman bekerja sebagaimana mestinya. Overhead crane installation juga perlu menyesuaikan kondisi bangunan, kapasitas unit, serta konfigurasi peralatan yang digunakan. Berikut penjelasannya!

Baca juga: Perhatikan Hal ini saat Pemasangan!

Persiapan Sebelum Overhead Crane Installation

Sebelum pekerjaan dimulai, lokasi proyek dan seluruh komponen perlu diperiksa. Persiapan ini membantu memastikan proses pemasangan berjalan sesuai rencana dan mengurangi risiko kendala ketika crane mulai diangkat.

  • Pemeriksaan struktur bangunan: Pastikan kolom, balok penyangga, dan runway beam mampu menerima beban serta gaya operasional crane. Pemeriksaan harus mengacu pada gambar struktur dan perhitungan teknis.
  • Pemeriksaan jalur lintasan: Periksa kondisi runway, termasuk elevasi, jarak antarrel, kelurusan, dan posisi penyangganya. Ketidaksesuaian dapat memengaruhi pergerakan roda crane.
  • Pemeriksaan area kerja: Pastikan tersedia ruang untuk perakitan, pengangkatan girder, dan mobilisasi alat bantu. Akses menuju titik pemasangan juga harus diperhitungkan.
  • Pemeriksaan komponen: Cocokkan girder, end carriage, hoist, trolley, motor, panel listrik, dan aksesori dengan dokumen teknis serta konfigurasi pesanan.
  • Persiapan keselamatan: Tentukan metode pengangkatan, kapasitas alat bantu, titik angkat, area pembatas, dan prosedur kerja aman. Personel yang terlibat, termasuk rigger, harus memenuhi persyaratan kompetensi yang berlaku.

Baca juga: Gunakan Support Structure jika Kebutuhan Anda adalah Berikut!

Tahapan Overhead Crane Installation di Lapangan

Setelah lokasi dan komponen siap, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan bagian-bagian utama crane. Urutannya dapat berbeda sesuai desain unit dan metode pengangkatan yang direncanakan. Namun, secara umum terdapat beberapa pekerjaan berikut.

1. Pemasangan Runway Rail

overhead crane installation

Runway rail merupakan rel tempat roda overhead crane bergerak. Rel ini dipasang di atas runway beam yang sudah disiapkan sebelumnya. Posisi pemasangannya harus mengikuti gambar teknis, terutama terkait jarak antarrel, elevasi, dan kelurusan lintasan.

Teknisi menempatkan rel pada dudukannya, kemudian memasang sistem pengikat sesuai spesifikasi. Sambungan antarrelnya juga diperiksa agar tidak menimbulkan perbedaan ketinggian atau celah yang mengganggu perjalanan roda.

Setelah pemasangan selesai, dilakukan pemeriksaan alignment menggunakan alat ukur yang sesuai. Hasilnya harus memenuhi toleransi desain dan ketentuan produsen. Rel yang tidak sejajar dapat menyebabkan roda mengalami keausan tidak merata serta menambah beban pada mekanisme penggerak.

2. Perakitan Girder dan End Carriage

overhead crane installation

Tahap berikutnya adalah merakit girder dengan end carriage. Girder merupakan balok utama yang menopang mekanisme pengangkatan, sedangkan end carriage berada di kedua ujungnya dan membawa roda untuk pergerakan sepanjang runway.

Perakitan mengikuti konfigurasi dan tanda sambungan yang diberikan produsen. Jika menggunakan sambungan baut, teknisi perlu memastikan ukuran, posisi, dan kekencangannya sesuai petunjuk teknis. Kesikuan girder terhadap end carriage serta kesejajaran kedua end carriage juga harus diperiksa.

Pada unit berukuran besar, perakitan dapat dilakukan di area yang telah disiapkan sebelum rangkaian diangkat. Metode ini mempermudah pekerjaan, tetapi tetap harus mempertimbangkan berat komponen, ruang tersedia, dan kemampuan alat bantu angkat.

3. Pengangkatan dan Penempatan Crane pada Runway

overhead crane installation

Setelah rangkaian utama siap, crane diangkat menuju posisi runway. Pekerjaan ini membutuhkan perencanaan karena girder memiliki dimensi dan bobot yang dapat menyulitkan proses pengangkatan.

Alat bantu seperti mobile crane harus memiliki kapasitas yang memadai pada radius kerja yang direncanakan. Titik angkat, konfigurasi rigging, kondisi permukaan tempat alat berdiri, serta jalur pergerakan beban perlu diperhitungkan sebelumnya.

Saat rangkaian mencapai ketinggian runway, teknisi mengarahkan roda end carriage agar berada tepat pada runway rail. Setelah penempatan selesai, posisi roda, kestabilan rangkaian, dan sambungan mekanis diperiksa kembali sebelum pekerjaan berikutnya dilakukan.

4. Pemasangan Hoist, Trolley, dan Komponen Penggerak

Hoist dan trolley dipasang sesuai konfigurasi crane. Hoist bertugas mengangkat serta menurunkan material, sedangkan trolley membawa mekanisme pengangkatan bergerak melintasi girder.

Pemasangannya dapat dilakukan sebelum atau setelah rangkaian utama dinaikkan, bergantung pada desain unit dan metode pengangkatan. Teknisi harus memastikan dudukan, sambungan, dan posisi komponen sesuai gambar kerja.

Jika menggunakan wire rope hoist, pemeriksaan mencakup kondisi tali kawat, susunan lilitan pada drum, dan posisi hook block. Sementara itu, pada chain hoist, perhatian diberikan pada kondisi rantai serta jalur pergerakannya.

Motor penggerak bridge dan trolley juga diperiksa, termasuk roda, sistem transmisi, dan rem. Seluruh komponen harus terpasang sesuai petunjuk produsen agar tidak terjadi hambatan mekanis ketika crane dioperasikan.

Baca juga: Pertimbangkan Penggunaan Dual Hoist

5. Instalasi Sistem Kelistrikan dan Kontrol

overhead crane installation

Tahap selanjutnya adalah memasang sistem kelistrikan yang menghubungkan sumber daya dengan motor dan perangkat kontrol. Penghantar daya dapat menggunakan festoon system, conductor bar, atau konfigurasi lain sesuai desain crane.

Teknisi kemudian menghubungkan panel kontrol, motor penggerak, limit switch, dan perangkat keselamatan. Pemeriksaan juga mencakup sambungan kabel, grounding, serta kesesuaian tegangan sumber listrik dengan spesifikasi unit.

Sebelum sistem diberi tegangan, rangkaian perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada sambungan yang keliru atau kabel yang berpotensi rusak. Pengujian fungsi kontrol dilakukan untuk memastikan perintah dari pendant control, remote control, atau kabin operator diteruskan sesuai fungsinya.

Baca juga: Ingin Custom Crane? Ini yang Harus Diperhatikan!

Metode Pengujian Setelah Instalasi

Pekerjaan pemasangan belum selesai hanya karena seluruh komponen sudah terpasang. Setelah overhead crane installation, perlu dilakukan pemeriksaan dan pengujian untuk memastikan crane memenuhi persyaratan keselamatan sebelum digunakan. Di Indonesia, pemeriksaan dan pengujian pesawat angkat mengacu pada ketentuan K3 yang berlaku, termasuk Permenaker No. 8 Tahun 2020.

Beberapa pemeriksaan dan pengujian yang perlu dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan dokumen dan visual: Periksa gambar teknis, spesifikasi, kapasitas angkat, sambungan baut, struktur girder, roda, rel, tali kawat atau rantai, hook, dan sistem rem.
  • Pengukuran teknis dan pengujian komponen: Periksa dimensi serta kesesuaian pemasangan. Pengujian tidak merusak atau NDT dilakukan pada komponen utama maupun bagian penerima beban sesuai kebutuhan dan ketentuan pemeriksaan.
  • Pengujian tanpa beban (no-load test): Operasikan gerakan hoisting, lowering, trolley, dan bridge tanpa muatan. Periksa arah gerak, respons kontrol, suara tidak normal, serta kelancaran mekanisme.
  • Pengujian beban dinamis: Beban diberikan secara bertahap hingga 100% beban kerja aman. Pengujian ini mencakup fungsi pengangkatan dan pergerakan crane sesuai prosedur.
  • Pengujian beban statis: Berdasarkan Permenaker No. 8 Tahun 2020, pengujian statis pesawat angkat dan angkut dilakukan minimal 110% beban kerja aman. Untuk keran angkat yang menggunakan girder atau tidak memiliki load chart, ketentuannya minimal 125%.
  • Pemeriksaan akhir dan dokumentasi: Catat hasil pemeriksaan, pengujian, serta temuan yang memerlukan perbaikan. Jika terdapat ketidaksesuaian, lakukan perbaikan dan pemeriksaan ulang sebelum crane diserahkan.

Pemeriksaan dan pengujian tersebut harus dilaksanakan oleh personel yang memiliki kewenangan atau kompetensi sesuai peraturan. Hasilnya menjadi dasar untuk memastikan crane memenuhi persyaratan sebelum dioperasikan.

Baca juga: Cara Paling Sederhana untuk Merawat Crane

Percayakan Pengadaan dan Instalasi Overhead Crane kepada PT Jaya Karya Makassar

PT Jaya Karya Makassar merupakan distributor resmi overhead crane merek Tavol sejak 2015. Tersedia dua pilihan model, yaitu Universal dan Europe, dengan kapasitas mulai dari 3 ton hingga 200 ton. Setiap unit dilengkapi garansi dan sertifikasi resmi untuk mendukung kebutuhan pengangkatan di berbagai sektor industri.

Selain menyediakan produk, PT Jaya Karya Makassar juga melayani instalasi, fabrikasi, kustomisasi, dan after-sales. Pengiriman tersedia ke seluruh Indonesia dengan penanganan yang aman. Setiap pembelian crane mendapatkan pelatihan operator gratis, serta fasilitas konsultasi tanpa biaya untuk membantu menentukan spesifikasi sesuai kebutuhan proyek. Hubungi PT Jaya Karya Makassar untuk mendiskusikan kebutuhan unit dan rencana pemasangannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *