Double Girder Overhead Crane untuk Kebutuhan Industri Heavy Duty

Diperbarui tanggal 28/08/2026

Double girder overhead crane adalah sistem pengangkatan yang dirancang menggunakan dua girder utama sebagai struktur jembatan. Konfigurasi tersebut banyak dipilih untuk memindahkan beban berat, melayani area dengan bentang panjang, serta mendukung kegiatan produksi yang berlangsung dengan frekuensi tinggi. Pada sistem ini, trolley dan hoisting unit umumnya berjalan di atas kedua girder. Posisi tersebut memungkinkan hook mencapai titik yang lebih tinggi dibandingkan beberapa konfigurasi single girder. Ruang di antara dua girder juga dapat dimanfaatkan untuk memasang platform inspeksi, walkway, cabin operator, maupun perlengkapan tambahan lainnya.

Sebelum memilihnya, Anda perlu memahami berat material, panjang span, tinggi pengangkatan, frekuensi penggunaan, kondisi lingkungan, serta kemampuan bangunan menerima beban crane. Seluruh informasi tersebut menentukan ukuran girder, kapasitas hoist, jumlah wheel, motor, sistem kontrol, dan perangkat keselamatan yang dibutuhkan.

Apa Itu Double Girder Overhead Crane?

Tidak semua kebutuhan lifting dapat ditangani dengan konfigurasi crane yang ringan. Untuk beban besar dan pekerjaan dengan intensitas tinggi, double girder overhead crane sering digunakan karena memiliki struktur yang lebih mendukung kebutuhan heavy duty. Double girder overhead crane adalah crane yang menggunakan dua balok utama atau main girder yang dipasang sejajar. Kedua girder menghubungkan end carriage di sisi kiri dan kanan sehingga membentuk bridge yang dapat bergerak di sepanjang runway.

Hoisting unit ditempatkan pada trolley yang berjalan di atas kedua girder. Saat trolley bergerak melintang, hook dapat diarahkan dari satu sisi area kerja menuju sisi lainnya. Seluruh struktur bridge kemudian bergerak memanjang melalui end carriage untuk memperluas jangkauan pemindahan material. Istilah double girder mengacu pada jumlah girder utama yang menopang trolley, bukan jumlah hoist atau arah pergerakannya. Satu unit double girder dapat menggunakan satu hoist utama, kombinasi main hoist dan auxiliary hoist, maupun sistem pengangkatan khusus sesuai kebutuhan industri. Konfigurasi ini banyak digunakan ketika single girder tidak lagi efisien untuk memenuhi kapasitas, span, duty class, atau kebutuhan headroom. Dua girder membantu mendistribusikan beban secara lebih merata dan menyediakan ruang konstruksi lebih luas untuk trolley berkapasitas besar.

Struktur Double Girder Overhead Crane (H2)

Double girder overhead crane adalah salah satu jenis crane yang paling banyak digunakan di industri berat karena kekuatan dan stabilitasnya. Struktur ini dirancang untuk menangani beban besar dengan tingkat presisi yang tinggi. Berikut adalah stuktur atau komponen yang ada di double girder overhead crane.

1. Dua main girder (H3)

Dua main girder merupakan bagian yang membentang di antara end carriage. Girder menopang trolley, hoisting unit, beban material, serta berbagai gaya dinamis selama crane beroperasi. Girder umumnya dibuat menggunakan konstruksi box girder karena bentuk tersebut dapat memberikan kekakuan yang baik untuk kapasitas dan span besar. Ukuran plate, tinggi girder, lebar girder, pengaku internal, serta kualitas sambungan ditentukan melalui perhitungan teknik.

Kedua girder harus dipasang sejajar agar trolley dapat bergerak dengan stabil. Perbedaan elevasi atau jarak antar-girder dapat menyebabkan wheel trolley menerima beban tidak merata. Selain menahan beban vertikal, girder juga menerima gaya akibat akselerasi, pengereman, ayunan material, dan pergerakan trolley. Oleh karena itu, kualitas fabrikasi dan inspeksi sambungan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan crane. Permukaan girder perlu mendapatkan perlindungan sesuai lingkungan kerja. Area yang lembap, mengandung bahan kimia, atau berada di luar ruangan mungkin membutuhkan sistem coating yang lebih tahan korosi.

2. Top running trolley (H3)

Top running trolley adalah unit bergerak yang berjalan di atas rail pada kedua girder. Trolley membawa hoisting mechanism dan memindahkan beban secara melintang. Komponen trolley dapat mencakup frame, wheel, axle, bearing, motor cross travel, gearbox, brake, drum, wire rope, serta hook block. Pada crane berkapasitas besar, trolley dapat memiliki lebih banyak wheel untuk mendistribusikan beban.

Rail trolley harus dipasang lurus dan sejajar. Ketidaksesuaian alignment dapat menyebabkan wheel mengalami gesekan berlebih, muncul suara tidak normal, atau terjadi keausan pada flange. Trolley dapat menggunakan satu kecepatan, dua kecepatan, maupun pengaturan berbasis inverter. Untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kecepatan yang lambat membantu operator meletakkan material dengan lebih stabil tanpa menghasilkan gerakan yang terlalu berayun. Pada industri tertentu, trolley perlu dilengkapi main hoist dan auxiliary hoist. Hoist utama menangani beban berat, sedangkan auxiliary hoist membantu proses positioning atau mengangkat komponen yang lebih ringan.

3. End carriage (H3)

End carriage menopang kedua ujung main girder dan menjadi penghubung antara bridge dengan runway. Komponen ini membawa crane wheel yang memungkinkan seluruh struktur bergerak secara memanjang. Ukuran end carriage ditentukan berdasarkan wheel load, kapasitas crane, span, kecepatan perjalanan, dan jumlah wheel. Crane berkapasitas besar dapat menggunakan lebih dari dua wheel pada setiap sisi untuk membagi beban menuju runway.

Motor long travel dapat dipasang pada satu atau beberapa wheel. Sistem penggerak perlu disinkronkan agar kedua sisi crane bergerak dengan kecepatan seimbang. Apabila satu sisi berjalan lebih cepat daripada sisi lainnya, crane dapat mengalami skewing. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan lateral pada rail, wheel flange, bearing, dan sambungan struktur. Bumper serta end stop dipasang untuk membatasi perjalanan crane. Pada fasilitas yang menggunakan beberapa crane dalam satu runway, end carriage juga dapat dilengkapi sensor anti collision.

4. Runway rail (H3)

Runway rail menjadi jalur perjalanan crane. Rail dipasang di atas runway beam dan menerima beban dari wheel end carriage. Kelurusan, elevasi, jarak antar-rail, serta kondisi sambungan sangat memengaruhi performa crane. Rail yang tidak sejajar dapat menyebabkan getaran, skewing, dan keausan komponen. Runway beam harus mampu menahan berat crane, rated load, gaya pengereman, serta efek dinamis saat beban bergerak. Beban tersebut kemudian diteruskan menuju kolom dan fondasi bangunan.

Untuk fasilitas yang belum memiliki struktur runway, perusahaan dapat membangun sistem freestanding dengan kolom serta fondasi tersendiri. Pilihan ini membantu memisahkan beban crane dari struktur utama bangunan. Inspeksi runway tidak hanya dilakukan saat instalasi. Perubahan alignment, penurunan fondasi, baut yang longgar, atau keausan rail dapat muncul setelah crane digunakan dalam waktu lama.

5. Hoisting unit (H3)

Hoisting unit menghasilkan gerakan vertikal untuk mengangkat dan menurunkan material. Pada double girder, unit ini dipasang di atas trolley sehingga dapat menggunakan konfigurasi yang lebih besar dan kompleks. Komponen utamanya meliputi motor, gearbox, drum, wire rope, sheave, brake, hook block, limit switch, dan overload protection. Seluruh komponen dipilih berdasarkan kapasitas, lifting height, kecepatan, serta duty class.

Reeving wire rope dapat dibuat dalam beberapa konfigurasi untuk mendistribusikan beban dan menjaga hook block tetap stabil. Jumlah fall rope yang lebih banyak memungkinkan sistem menangani kapasitas lebih besar, meskipun kecepatan dan ukuran drum perlu disesuaikan. Brake harus mampu menahan beban ketika hoisting motor berhenti. Pada aplikasi kritis, sistem dapat dilengkapi brake tambahan atau konfigurasi pengamanan lain. Hoisting unit perlu mendapatkan akses perawatan yang memadai. Pemeriksaan wire rope, drum, brake, gearbox, hook, dan limit switch harus dapat dilakukan tanpa menempatkan teknisi dalam posisi berbahaya.

6. Maintenance platform (H3)

Maintenance platform atau walkway merupakan jalur yang dipasang di sepanjang girder untuk mendukung inspeksi dan perawatan. Fitur ini lebih umum dijumpai pada double girder karena ruang konstruksinya lebih luas. Platform memungkinkan teknisi mengakses trolley, panel, motor, brake, conductor system, dan bagian bridge lainnya. Handrail, toe board, akses tangga, serta titik pengaman perlu disediakan sesuai kebutuhan.

Keberadaan walkway dapat mengurangi kesulitan ketika pemeriksaan dilakukan pada crane berukuran besar. Teknisi tidak selalu harus menggunakan scaffolding atau alat bantu dari lantai. Namun, platform menambah berat crane dan wheel load. Dimensi serta materialnya harus dimasukkan dalam perhitungan struktur sejak tahap desain.

Akses maintenance juga perlu dikendalikan melalui prosedur lockout dan tagout agar crane tidak bergerak ketika teknisi sedang bekerja di atasnya. Terakhir, apakah komponen pada double girder overhead crane sama dengan dengan yang digunakan pada single girder? Memang beberapa komponen pada dasarnya sama, seperti hoist, trolley, end carriage, runway, dan sistem kontrol. Perbedaannya lebih terlihat pada jumlah girder, posisi trolley, konstruksi bridge, hingga kebutuhan struktur yang menyesuaikan kapasitas dan beban kerja.

Jika ingin memahami perbedaannya dari sisi desain, kapasitas, dan penggunaannya, pembahasan selengkapnya dapat dibaca pada artikel Overhead Crane Single Girder: Kelebihan, Kapasitas dan Aplikasinya.

Spesifikasi Double Girder Overhead Crane LH Model Double Beam

Untuk memastikan performa optimal di lapangan, overhead crane yang kami tawarkan dilengkapi dengan spesifikasi teknis yang jelas dan teruji. Seluruh komponen utama dirancang untuk mendukung operasional jangka panjang dengan tingkat keandalan tinggi.

1. Kapasitas Angkat dan Working Duty

Double girder dikenal sebagai jenis overhead crane yang mampu menangani beban lebih besar dengan stabilitas yang lebih baik dibandingkan single girder. Karena itu, pemilihan kapasitas dan spesifikasinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri yang lebih berat dan intensif.  Sebagai gambaran, seri Tavol QD double girder overhead crane memiliki rentang spesifikasi yang cukup luas:

SpesifikasiRentang / Contoh Tavol QD
Kapasitas angkat5 ton hingga 200 ton
Span6–31,5 meter
Lifting heightHingga sekitar 60 meter
Work dutyA5/M5, A6/M6 hingga A7/M7
Hoisting speedHingga sekitar 0–10 m/menit
Cross travel / trolleyHingga sekitar 0–40 m/menit
Long travel / bridgeHingga sekitar 0–80 m/menit
Sistem kontrolRemote control atau cabin control
VFDTersedia sebagai opsi pada konfigurasi tertentu
Maintenance platformDapat menjadi bagian dari konfigurasi

Rentang tersebut merupakan spesifikasi umum seri QD dan bukan berarti setiap unit memiliki seluruh nilai maksimum tersebut. Kapasitas, speed, span, dan konfigurasi akhirnya mengikuti desain crane yang dipesan.

Contoh Double Girder Overhead Crane 50 Ton

Agar lebih mudah dibayangkan, Tavol menampilkan salah satu konfigurasi QD double girder 50 ton dengan spesifikasi:

  • Kapasitas: 50 ton
  • Span: 17 meter
  • Lifting height: 15 meter
  • Work duty: A5
  • Hoisting speed: 0–1,8 m/menit
  • Cross travel: 0–20 m/menit
  • Long travel: 0–30 m/menit
  • Power supply: 415 V, 50 Hz, 3 phase
  • Control: wireless remote control

Contoh tersebut menunjukkan bahwa crane 50 ton tidak selalu menggunakan kecepatan maksimum yang tersedia pada seri QD. Kecepatan justru dapat dibuat lebih rendah agar pengendalian beban berat menjadi lebih stabil dan sesuai dengan kebutuhan proses.

Bagaimana dengan Kapasitas 200 Ton?

Untuk kebutuhan yang jauh lebih berat, kami di PT Jaya Karya Makassar juga menyediakan Tavol double girder overhead crane berkapasitas 200 ton. Spesifikasinya antara lain:

  • Kapasitas angkat: 200 ton
  • Jenis: double girder overhead crane
  • Span: sekitar 3–31,5 meter
  • Lifting height: sekitar 6–12 meter
  • Work duty: A5–A7
  • Lifting mechanism: winch trolley

Konfigurasi tersebut ditujukan untuk kebutuhan heavy duty dengan material berukuran besar dan intensitas kerja yang tinggi. Kapasitas tonase saja tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan dalam menentukan spesifikasi double girder overhead crane yang tepat. Misalnya, dua perusahaan sama-sama membutuhkan crane 20 ton, tetapi kondisi penggunaannya berbeda.

Crane pertama digunakan di workshop maintenance dengan span 10 meter dan hanya bekerja beberapa kali sehari. Crane kedua memiliki span 25 meter, bekerja dalam beberapa shift, serta sering mengangkat beban mendekati kapasitas maksimum. Walaupun sama-sama 20 ton, spesifikasi girder, duty class, motor, trolley, wheel load, kecepatan, dan runway yang dibutuhkan bisa berbeda. Karena itu, ketika menentukan spesifikasi double girder overhead crane, setidaknya data berikut perlu diketahui:

  • Berat maksimum material
  • Berat lifting attachment
  • Span crane
  • Lifting height
  • Panjang runway
  • Jumlah siklus per hari
  • Jam operasi
  • Hoisting dan travel speed
  • Kondisi lingkungan
  • Sistem kontrol
  • Kebutuhan main dan auxiliary hoist

Jadi, angka kapasitas seperti 20 ton, 50 ton, 100 ton hingga 200 ton sebaiknya digunakan sebagai titik awal. Spesifikasi akhir tetap perlu dihitung berdasarkan beban, struktur fasilitas, pola kerja, dan kondisi operasional crane.

2. Jangkauan Span dan Tinggi Angkatan Overhead Crane

Overhead crane ini memiliki jangkauan span mulai dari 6 hingga 40 meter, sehingga fleksibel digunakan pada area kerja dengan lebar bangunan yang berbeda. Pengaturan span dapat disesuaikan dengan kebutuhan layout pabrik atau gudang Anda. Dengan bentang yang tepat, area kerja dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk kebutuhan vertikal, crane ini memiliki tinggi angkatan 3 meter hingga 60 meter dengan HOL (Height of Lift) 4-40 meter. Rentang ini memungkinkan crane digunakan baik pada bangunan bertingkat rendah maupun fasilitas industri dengan ketinggian besar. Fleksibilitas ini memberikan kemudahan dalam penyesuaian sistem angkat.

Baca juga: Pentingnya Gantungan Kabel untuk Crane Industri

3. Sistem Hoist, Hook, dan Kecepatan Angkat

Sistem hoist pada double girder overhead crane ini menggunakan konfigurasi yang dirancang untuk pengangkatan beban secara presisi. Crane dilengkapi dengan forged hook with safety lock yang berfungsi menjaga keamanan beban selama proses angkat. Sistem pengunci ini mengurangi risiko beban terlepas saat crane beroperasi.

Kecepatan angkat crane berada pada 0-8 meter per menit, sehingga pengangkatan dapat dilakukan secara terkendali. Sementara itu, kecepatan traverse mencapai 0-20 meter per menit, memungkinkan perpindahan beban berjalan efisien tanpa mengorbankan stabilitas. Kombinasi kecepatan ini mendukung produktivitas kerja di area industri.

4. Motor, Bearing, dan Komponen Mekanis

Untuk mendukung kinerja mekanis, overhead crane ini menggunakan motor Chinese Nanjing brand yang dikenal stabil untuk kebutuhan industri. Motor dirancang untuk memberikan torsi yang cukup saat proses angkat maupun lintasan crane. Dengan sistem motor yang tepat, operasional crane menjadi lebih konsisten.

Pada bagian bearing, digunakan bearing HRB, yaitu merek ternama dari China yang banyak digunakan pada mesin industri. Bearing ini membantu mengurangi gesekan dan meningkatkan umur pakai komponen bergerak. Kombinasi motor dan bearing berkualitas menjadikan crane lebih tahan terhadap penggunaan jangka panjang.

5. Sistem Kontrol Operasional Overhead Crane

Double Girder Overhead Crane

Untuk kemudahan pengoperasian, double girder overhead crane ini dilengkapi dengan dua metode kontrol. Operator dapat menggunakan pendant control untuk pengoperasian langsung dari area kerja. Sistem ini memberikan kontrol yang responsif dan mudah digunakan.

Selain itu, tersedia juga remote control yang memungkinkan operator mengendalikan crane dari jarak tertentu. Metode ini sangat membantu pada area kerja luas atau kondisi tertentu yang membutuhkan fleksibilitas pengoperasian. Dengan pilihan kontrol ini, efisiensi kerja dapat ditingkatkan.

6. Sistem Kelistrikan dan Suhu Kerja

Double Girder Overhead Crane

Pada sistem kelistrikan, overhead crane ini menggunakan electrical parts dari CHINT atau Schneider. Kedua merek tersebut telah dikenal luas dalam industri karena keandalan dan keamanannya. Komponen listrik yang stabil membantu meminimalkan risiko gangguan operasional.

Crane ini dirancang untuk bekerja pada rentang suhu -25°C hingga 40°C, sehingga dapat digunakan pada berbagai kondisi lingkungan kerja. Ketahanan terhadap variasi suhu ini memastikan performa crane tetap optimal meskipun digunakan di area dengan kondisi ekstrem.

Baca juga: Tersedia Dudukan Hoist Crane untuk Tipe Overhead

Keunggulan Double Girder Overhead Crane Tavol

Selain spesifikasi teknis yang lengkap, overhead crane ini juga memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung efisiensi dan keamanan kerja di lingkungan industri.

1. Hemat Energi dan Efisiensi Operasional

Double Girder Overhead Crane

Double girder overhead crane Tavol dirancang dengan sistem kerja yang lebih efisien dalam penggunaan energi. Pengaturan motor dan sistem kelistrikan membantu menjaga konsumsi daya tetap stabil selama operasional. Hal ini berdampak langsung pada penghematan biaya operasional jangka panjang.

Efisiensi energi juga berkontribusi pada performa mesin yang lebih awet. Dengan beban kerja yang terdistribusi secara seimbang, komponen crane tidak bekerja secara berlebihan. Kondisi ini membantu mengurangi risiko kerusakan dini.

2. Komponen Tahan Korosi dan Explosion Proof

Untuk kebutuhan industri berat, crane ini menggunakan komponen yang tahan terhadap korosi, sehingga cocok digunakan pada lingkungan kerja dengan kelembapan tinggi atau paparan bahan tertentu. Material yang digunakan dirancang agar tidak mudah mengalami degradasi dalam jangka panjang.

Selain itu, komponen juga explosion proof untuk kebutuhan area industri khusus. Fitur ini memberikan tingkat keamanan tambahan bagi fasilitas yang beroperasi di lingkungan dengan potensi risiko tinggi. Dengan demikian, crane dapat disesuaikan dengan karakteristik area kerja Anda.

3. Desain Ergonomis dan Aman Digunakan

Double Girder Overhead Crane

Desain overhead crane LH model double beam bridge memperhatikan aspek ergonomi operator. Tata letak kontrol dirancang agar mudah dioperasikan dan responsif terhadap perintah. Hal ini membantu mengurangi kelelahan operator selama bekerja.

Dari sisi keselamatan, sistem pengaman dan struktur crane dirancang untuk menjaga stabilitas beban. Dengan desain yang ergonomis dan aman, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan. Keunggulan ini sangat penting dalam mendukung budaya keselamatan di lingkungan industri.

Baca juga: Pilih Aksesoris Crane yang Tersedia untuk Industri Anda!

Industri yang Membutuhkan Double Girder Crane

Tidak semua fasilitas industri membutuhkan double girder overhead crane. Konfigurasi ini biasanya mulai dipertimbangkan ketika beban yang dipindahkan semakin besar, span area kerja cukup panjang, atau crane harus beroperasi dengan frekuensi tinggi dalam satu maupun beberapa shift. Nah, untuk memberikan gambaran apakah perusahaan Anda cocok menggunakan double girder overhead atau tidak, simak pembahasan berikut ini.

1. Industri baja

Industri baja menangani coil, plate, billet, scrap, dan struktur logam berat. Prosesnya dapat berlangsung pada temperatur tinggi dan frekuensi kerja yang padat. Double girder dapat dilengkapi magnet, grab, coil lifter, atau spreader sesuai jenis material.

2. Pabrik beton

Pabrik beton pracetak membutuhkan crane untuk memindahkan mould, reinforcement, beam, panel, dan produk jadi. Beban beton yang besar serta bentuk material panjang membuat kapasitas dan stabilitas pengangkatan menjadi prioritas.

3. Industri perkapalan

Galangan kapal menggunakan crane untuk membawa plate, mesin, struktur lambung, dan komponen kapal. Area kerja yang luas sering memerlukan span serta runway panjang. Sistem kontrol harus membantu operator memindahkan material secara aman di antara aktivitas produksi.

4. Pembangkit listrik

Pembangkit menggunakan double girder untuk instalasi dan maintenance turbin, generator, rotor, serta komponen berat. Crane mungkin jarang digunakan, tetapi membutuhkan kapasitas dan presisi tinggi ketika pekerjaan overhaul dilakukan.

5. Industri alat berat

Pabrik alat berat menangani frame, engine, boom, bucket, dan komponen besar lainnya. Double girder membantu proses assembly, pengelasan, inspeksi, dan pemindahan antarstasiun kerja.

6. Industri manufaktur skala besar

Fasilitas manufaktur besar membutuhkan crane yang mampu mengikuti ritme produksi tinggi. Double girder dapat diintegrasikan dengan sistem kontrol, sensor, dan proses otomatis untuk membantu aliran material yang konsisten.

Cara Menentukan Double Girder yang Tepat

Memilih double girder overhead crane yang sesuai bukan sekadar soal kapasitas, tetapi juga bagaimana alat tersebut mampu mendukung kelancaran proses kerja di lapangan. Banyak industri sering keliru karena hanya fokus pada angka tonase tanpa mempertimbangkan kebutuhan operasional secara menyeluruh. 

1. Evaluasi berat dan jenis beban

Catat berat maksimum, dimensi, bentuk, temperatur, dan titik berat material. Tambahkan berat sling, spreader beam, magnet, atau attachment lainnya. Jenis beban menentukan kapasitas, konfigurasi hook, reeving, dan sistem kontrol yang sesuai.

2. Hitung frekuensi pengangkatan

Perkirakan jumlah siklus per jam, lama operasi per hari, dan berat rata-rata setiap pengangkatan. Data tersebut digunakan untuk menentukan duty class serta spesifikasi motor, brake, dan gearbox. Crane produksi tidak boleh dirancang menggunakan asumsi kerja yang terlalu ringan.

3. Evaluasi kondisi lingkungan

Perhatikan debu, kelembapan, temperatur, bahan kimia, dan penggunaan indoor atau outdoor. Motor, panel, kabel, coating, serta perlindungan komponen perlu menyesuaikan lingkungan tersebut. Untuk area dengan potensi ledakan atau material berbahaya, spesifikasi khusus mungkin diperlukan.

4. Periksa struktur runway

Pastikan runway beam, rail, kolom, sambungan, dan fondasi mampu menahan wheel load. Lakukan pengukuran span, elevasi, dan alignment secara langsung di lokasi. Apabila struktur belum tersedia, desain runway harus dikerjakan bersamaan dengan perencanaan crane.

5. Tentukan sistem kontrol

Pendant control sesuai untuk aplikasi yang relatif sederhana. Radio remote memungkinkan operator memilih posisi dengan pandangan lebih baik. Cabin control dapat digunakan pada area luas atau crane berkapasitas besar. Sementara itu, sistem otomatis cocok untuk proses yang berulang. Pemilihan kontrol perlu mempertimbangkan keselamatan, jarak pandang, pola kerja, dan keterampilan operator.

Setelah semua kebutuhan di atas dicatat, biasanya gambaran crane yang dibutuhkan mulai terlihat. Namun, menentukan apakah fasilitas membutuhkan kapasitas 20 ton atau 25 ton, duty class tertentu, jenis hoist tertentu, hingga konfigurasi runway tetap membutuhkan perhitungan lebih lanjut. Apalagi kondisi setiap workshop atau pabrik tidak selalu sama

Harga Double Girder Overhead Crane Tavol di PT Jaya Karya Makassar

Kami melayani pengadaan overhead crane untuk berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga pergudangan. Selain penjualan unit, kami juga menyediakan layanan pendukung sesuai kebutuhan proyek Anda, seperti konsultasi gratis, instalasi, service, purna jual, dan ketersediaan suku cadang. Dengan pengalaman dan pemahaman teknis yang kami miliki, kami siap membantu Anda memilih overhead crane yang tepat.

Jika Anda membutuhkan double girder overhead crane LH model double beam bridge dengan kapasitas 3 ton atau 5 ton, tim kami akan membantu. Untuk mendapatkan informasi harga lengkap, besaran watt, dan berat crane, hubungi kami melalui tombol di bawah ini!

Related Post

Perhatikan Hal ini pada Custom Made Overhead Crane

Memesan custom made overhead crane bukan sekadar menentukan berapa ton beban yang ingin diangkat. Crane akan menjadi bagian dari aktivitas kerja di dalam fasilitas, sehingga desainnya perlu mengikuti...

Tugas Operator Cabin Overhead Crane

Operator cabin overhead crane tidak hanya bertugas menggerakkan crane untuk memindahkan beban. Karena pengoperasiannya dilakukan dari kabin yang berada pada bridge atau trolley, operator harus mampu...

Keunggulan Free Standing Overhead Crane

Free standing overhead crane adalah sistem overhead crane yang menggunakan struktur pendukung independen untuk menopang runway crane. Sistem ini menjadi pilihan ketika fasilitas membutuhkan crane...