
Dalam sistem hoist crane, istilah auxiliary hoist crane dan main hoist sering digunakan bersamaan. Namun, masih banyak yang menganggap keduanya memiliki fungsi yang sama. Padahal di lapangan, auxiliary hoist dan main hoist dirancang untuk kebutuhan lifting yang berbeda.
Perbedaan keduanya penting dipahami karena berpengaruh pada efisiensi handling material dan pemilihan sistem lifting sesuai kebutuhan operasional industri. Melalui artikel ini, kami akan membahas pengertian auxiliary hoist crane, fungsi main hoist, perbedaannya, serta aplikasinya pada berbagai sistem lifting industri.
Table of Contents
ToggleApa Itu Auxiliary Hoist Crane?
Auxiliary hoist crane adalah hoist tambahan pada sistem derek yang digunakan untuk membantu proses pengangkatan material dengan kapasitas lebih kecil dibanding main hoist. Dalam praktik industri, komponen ini juga sering disebut sebagai aux hoist.
Auxiliary hoist umumnya dipasang pada trolley yang sama dengan main hoist, meskipun pada beberapa desain crane tertentu dapat dipasang pada trolley terpisah. Sistem ini banyak digunakan pada crane industri kapasitas menengah hingga besar yang membutuhkan fleksibilitas operasional lebih tinggi.
Secara teknis, auxiliary hoist biasanya memiliki lifting capacity lebih kecil, hook block lebih ringan, serta lifting speed lebih tinggi dibanding main hoist. Oleh karena itu, auxiliary hoist lebih efektif digunakan untuk handling material ringan, positioning beban, pengaturan rigging, maupun pekerjaan lifting berulang dengan cycle time cepat.
Karena digunakan untuk pekerjaan handling ringan, auxiliary hoist juga membantu menjaga efisiensi operasional crane pada aktivitas lifting harian.
Apa Itu Main Hoist?
Main hoist adalah sistem pengangkat utama pada crane yang berfungsi menangani beban dengan kapasitas terbesar. Komponen ini menjadi bagian utama dalam proses heavy lifting pada berbagai aplikasi industri dan konstruksi.
Main hoist umumnya menggunakan wire rope berdiameter lebih besar, motor dengan daya lebih tinggi, hook block lebih berat, serta sistem pulley yang dirancang untuk distribusi beban besar. Karena digunakan sebagai sistem lifting utama, struktur dan komponen main hoist dibuat untuk menjaga stabilitas serta keamanan saat proses pengangkatan berlangsung.
Pada derek overhead, gantry, maupun shipyard, main hoist biasanya digunakan untuk mengangkat mesin industri, steel structure, precast concrete, container, hingga material proyek berbobot besar lainnya.
Meskipun memiliki kapasitas besar, main hoist umumnya mempunyai lifting speed lebih rendah dibanding auxiliary hoist karena fokus utamanya adalah kestabilan pengangkatan dan kontrol beban saat heavy lifting dilakukan.
Baca juga: Perbedaan Rantai dan Wire Rope untuk Crane
Perbedaan Auxiliary Hoist Crane dan Main Hoist
Walaupun berada dalam satu sistem crane, auxiliary hoist dan main hoist memiliki fungsi operasional yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kapasitas angkat, karakter handling, hingga jenis pekerjaan lifting yang dilakukan.
| Aspek | Auxiliary Hoist | Main Hoist |
| Fungsi utama | Pengangkatan tambahan dan handling ringan | Pengangkatan utama |
| Kapasitas | Lebih kecil | Lebih besar |
| Lifting speed | Umumnya lebih cepat | Cenderung lebih lambat |
| Ukuran hook block | Lebih kecil dan ringan | Lebih besar dan berat |
| Konsumsi daya | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Fokus penggunaan | Presisi dan fleksibilitas | Heavy lifting |
| Jenis pekerjaan | Positioning dan lifting ringan | Pengangkatan material berat |
| Efisiensi handling kecil | Lebih efisien | Kurang efisien |
| Sistem wire rope | Diameter lebih kecil | Diameter lebih besar |
Pada crane industri kapasitas besar, kombinasi main hoist dan auxiliary hoist membantu pembagian pekerjaan lifting menjadi lebih efektif. Main hoist digunakan untuk heavy lifting, sedangkan auxiliary hoist lebih fokus pada handling ringan dan positioning material.
Baca juga: Apa yang Dimaksud Crane Heavy Duty?
Jenis Crane yang Menggunakan Auxiliary Hoist
Penggunaan auxiliary hoist tidak terbatas pada satu jenis crane saja. Sistem ini banyak diaplikasikan pada berbagai crane industri yang membutuhkan efisiensi handling material dan fleksibilitas operasional.
1. Overhead Crane

Overhead crane banyak digunakan pada pabrik manufaktur, warehouse industri, dan workshop fabrikasi baja. Pada aplikasi kapasitas besar, auxiliary hoist membantu proses handling material ringan dan pekerjaan positioning dengan lebih cepat.
2. Gantry Crane

Pada gantry crane, auxiliary hoist banyak digunakan di area outdoor seperti stockyard, proyek precast, dan fabrikasi struktur baja. Sistem ini mendukung proses lifting dengan variasi beban yang berbeda dalam satu area kerja.
Baca juga: Perbedaan Karakteristik Overhead Crane dan Gantry Crane
3. Shipyard Crane

Industri galangan kapal juga banyak menggunakan auxiliary hoist untuk membantu handling equipment, block kapal, maupun proses alignment material saat erection berlangsung. Sistem ini membantu meningkatkan presisi pengangkatan pada area kerja yang kompleks.
4. Container Crane

Pada beberapa container crane, auxiliary hoist digunakan untuk mendukung pekerjaan maintenance, handling alat bantu lifting, dan aktivitas operasional tambahan di area pelabuhan. Penggunaan hoist tambahan membantu pekerjaan teknis menjadi lebih efisien.
5. Jib Crane dan Workshop Crane

Beberapa jib crane dan workshop crane juga menggunakan auxiliary hoist, terutama untuk kebutuhan maintenance industri dan handling komponen produksi. Sistem ini memudahkan operator saat melakukan pengangkatan material kecil secara cepat dan presisi.
Baca juga: Macam-Macam Crane Lainnya untuk Industri
Apakah Semua Crane Memerlukan Auxiliary Hoist?
Tidak semua crane memerlukan auxiliary hoist. Penggunaan sistem ini sangat bergantung pada kebutuhan operasional, kapasitas lifting, serta jenis pekerjaan di lapangan.
Pada crane kapasitas kecil hingga menengah dengan aktivitas lifting sederhana, main hoist saja biasanya sudah cukup untuk mendukung operasional, contohnya pada workshop ringan, gudang kecil, atau area produksi dengan variasi beban yang tidak terlalu kompleks.
Namun, pada crane industri dengan frekuensi handling tinggi dan variasi material yang beragam, auxiliary hoist sering digunakan untuk mendukung produktivitas operasional. Sistem ini umum dipakai pada area kerja dengan aktivitas lifting berulang dan kebutuhan handling yang lebih fleksibel.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Hoist Crane
Pemilihan hoist crane tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kapasitas angkat saja. Ada beberapa faktor teknis yang perlu diperhatikan agar sistem crane sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
- Kapasitas lifting: Pastikan kapasitas crane sesuai dengan beban maksimum yang akan diangkat, termasuk faktor safety allowance. Penggunaan derek yang mendekati batas maksimum secara terus-menerus dapat mempercepat keausan komponen.
- Jenis pekerjaan lifting: Pekerjaan heavy lifting dan handling ringan memiliki kebutuhan sistem hoist yang berbeda. Jika aktivitas lifting cukup bervariasi, penggunaan auxiliary hoist dapat meningkatkan fleksibilitas operasional.
- Lifting height dan span area: Ketinggian angkat, panjang bentang crane, serta area kerja indoor atau outdoor akan memengaruhi spesifikasi hoist, struktur crane, dan sistem kelistrikan yang digunakan.
- Duty cycle crane: Frekuensi penggunaan crane sangat menentukan jenis hoist dan motor yang dibutuhkan. Crane dengan duty cycle tinggi memerlukan sistem yang dirancang untuk operasional intensif dan kontinu.
- Sistem keamanan: Pastikan crane dilengkapi sistem keamanan seperti overload limiter, upper limit switch, emergency stop, brake system, dan kontrol operasional yang sesuai standar keselamatan industri.
- Maintenance dan after sales support: Ketersediaan spare part, kemudahan maintenance, serta dukungan teknis sangat penting untuk menjaga performa crane dalam jangka panjang.
Baca juga: Jenis Kerusakan yang Sering Terjadi pada Hoist Crane
Dapatkan Sistem Crane Industri Sesuai Kebutuhan Anda
PT Jaya Karya Makassar menyediakan solusi crane industri untuk berbagai kebutuhan lifting dan material handling, seperti overhead crane dan gantry crane dari brand Tavol dengan pilihan kapasitas 3 ton sampai 200 ton yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri Anda.
Sistem crane bergaransi resmi yang kami sediakan cocok digunakan untuk area manufaktur, workshop, warehouse, fabrikasi baja, proyek konstruksi, hingga kebutuhan handling material industri lainnya. Selain penyediaan unit crane, kami juga mendukung konsultasi kebutuhan lifting, instalasi, hingga after sales service.
Tim kami siap membantu Anda menentukan sistem crane yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan kapasitas lifting di lapangan. Klik tombol di bawah ini untuk mendapatkan free pelatihan operator crane dari PT Jaya Karya Makassar.