Bagaimana Proses Material Handling Overhead Crane?

Material handling overhead crane adalah aktivitas mengangkat, memindahkan, dan menempatkan material menggunakan overhead crane di area kerja. Crane bekerja dengan mengangkat beban secara vertikal, lalu menggerakkannya secara horizontal melalui pergerakan trolley dan bridge pada runway.

Dalam praktiknya, proses material handling tidak berhenti ketika beban berhasil diangkat. Material perlu dipersiapkan, dihubungkan dengan lifting equipment, diangkat secara terkendali, dipindahkan menuju lokasi tujuan, kemudian diturunkan dan dilepaskan. Karena itu, memahami cakupan dan urutan kerjanya penting agar penggunaan overhead crane sesuai dengan kebutuhan operasional.

Apa Saja Cakupan Material Handling Overhead Crane?

Cakupan material handling dengan overhead crane meliputi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan perpindahan beban dari titik awal menuju titik tujuan. Aktivitas tersebut dapat mencakup hal berikut.

  • Load preparation, yaitu menyiapkan material, termasuk mengetahui berat, dimensi, bentuk, dan titik pengangkatannya.
  • Rigging, yaitu menghubungkan beban dengan hook menggunakan sling atau lifting equipment yang sesuai.
  • Hoisting, yaitu mengangkat beban dari posisi awal secara vertikal.
  • Trolley travel, yaitu memindahkan trolley dan beban melintang terhadap arah runway.
  • Bridge travel, yaitu menggerakkan bridge sepanjang runway.
  • Load positioning, yaitu mengarahkan beban ke posisi penempatan yang dituju.
  • Lowering, yaitu menurunkan beban hingga bertumpu pada permukaan atau dudukan.
  • Load release, yaitu melepaskan hook dan perlengkapan pengangkatan setelah beban berada dalam kondisi stabil.

Dengan demikian, material handling mencakup rangkaian pemindahan secara keseluruhan. Fungsi overhead crane sendiri memang mencakup pengangkatan dan penurunan beban serta perpindahan beban secara horizontal.

Baca juga: Rigging dan Lifting Apakah Saman?

Bagaimana Proses Material Handling dengan Overhead Crane?

Setiap pekerjaan dapat memiliki metode yang berbeda sesuai jenis dan kondisi material. Namun, alur umum proses material handling overhead crane dapat dijelaskan melalui beberapa tahap berikut.

1. Menyiapkan Material dan Area Kerja

Material handling overhead crane

Material yang akan dipindahkan terlebih dahulu diketahui berat dan karakteristiknya. Posisi awal material juga perlu memungkinkan perlengkapan pengangkatan dipasang dengan benar.

Area perpindahan kemudian diperiksa untuk memastikan jalur crane dan beban dapat digunakan sesuai kondisi lapangan. Kapasitas crane harus mencukupi beban yang akan diangkat karena rated load merupakan kapasitas maksimum yang ditetapkan untuk crane atau hoist.

2. Memasang Perlengkapan Pengangkatan

Hook diarahkan ke posisi pengangkatan, kemudian sling atau lifting device dipasang pada material. Jenis dan konfigurasi perlengkapan pengangkatan disesuaikan dengan bentuk, berat, serta titik angkat beban.

Pengikatan yang tepat membantu menjaga material tetap stabil ketika mulai terangkat. Hook juga perlu diposisikan di atas beban agar pengangkatan tidak menyebabkan tarikan samping yang tidak semestinya.

3. Melakukan Pengangkatan Awal

Sebelum material dipindahkan, beban diangkat sedikit dari permukaan untuk melihat apakah pengikatan sudah stabil. Pada tahap ini, posisi material dapat diamati untuk memastikan tidak terjadi kemiringan atau pergeseran yang tidak diinginkan.

Jika kondisi beban belum sesuai, material diturunkan kembali dan pengikatannya diperbaiki sebelum proses dilanjutkan.

4. Mengangkat Material dengan Hoist

Setelah beban stabil, hoist mengangkat material secara vertikal hingga mencapai ketinggian yang diperlukan. Pengangkatan dilakukan secara terkendali agar beban tidak mengalami percepatan atau perlambatan mendadak.

Ketinggian pengangkatan tidak perlu dibuat berlebihan. Beban cukup berada pada posisi yang memungkinkan perpindahan dilakukan dengan aman dan tidak berbenturan dengan objek di jalurnya.

5. Memindahkan Material ke Lokasi Tujuan

Material handling overhead crane

Setelah terangkat, material dipindahkan menuju lokasi tujuan. Pergerakan ini dapat menggunakan trolley travel, bridge travel, atau kombinasi keduanya.

Trolley bergerak pada bridge dalam arah tegak lurus terhadap runway, sedangkan bridge bergerak sejajar dengan runway. Kombinasi pergerakan tersebut memungkinkan beban dipindahkan di area yang dijangkau sistem runway crane.

6. Memposisikan dan Menurunkan Material

Material handling overhead crane

Ketika sudah mendekati lokasi tujuan, posisi beban disesuaikan dengan titik penempatannya. Operator kemudian menurunkan material secara terkendali hingga beban bertumpu dengan stabil.

Setelah material benar-benar berada pada posisi yang diinginkan, hook tidak lagi menanggung beban utama sehingga perlengkapan pengangkatan dapat dilepaskan.

7. Melepaskan Beban dan Menyelesaikan Pemindahan

Material handling overhead crane

Sling atau lifting equipment dilepaskan setelah material berada dalam kondisi stabil. Crane kemudian dapat dikembalikan ke posisi yang sesuai atau digunakan untuk pekerjaan berikutnya.

Urutan tersebut dapat berlangsung berulang kali dalam kegiatan produksi, penyimpanan, perakitan, maupun pemindahan peralatan di area industri.

Baca juga: Bagaimana jika Salah Satu Gerakan Lifting Terganggu?

Apa Manfaat Material Handling Menggunakan Overhead Crane?

Penggunaan overhead crane dalam material handling memberikan beberapa keuntungan yang berkaitan langsung dengan aktivitas pemindahan beban di area kerja.

  1. Pemindahan beban berat menjadi lebih terkontrol. Crane dirancang untuk mengangkat dan memindahkan beban sesuai kapasitas yang ditentukan, sehingga pekerjaan yang sulit dilakukan secara manual dapat dilakukan menggunakan peralatan mekanis yang sesuai.
  2. Ruang lantai dapat dimanfaatkan lebih efisien. Karena bridge crane bergerak pada runway di atas area kerja, perpindahan beban tidak harus mengandalkan jalur kendaraan di lantai seperti pada metode material handling tertentu.
  3. Perpindahan material dapat dilakukan pada area kerja yang sama secara berulang. Kombinasi gerakan hoist, trolley, dan bridge memungkinkan beban dipindahkan dari satu titik ke titik lain selama masih berada dalam area jangkauan crane.
  4. Penempatan material dapat dilakukan lebih presisi. Operator dapat mengatur posisi beban saat mendekati titik tujuan sehingga material dapat ditempatkan pada area kerja, dudukan, mesin, atau lokasi penyimpanan yang telah ditentukan.

Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada kesesuaian crane dengan kebutuhan pekerjaan. Kapasitas, span, lifting height, konfigurasi crane, karakteristik material, dan kondisi area kerja perlu diperhitungkan sebelum menentukan sistem yang digunakan.

Baca juga: Manfaat Malah akan Berujung Incident apabila Tidak Menerapkan SOP Berikut!

Di Mana Material Handling Overhead Crane Banyak Digunakan?

Overhead crane banyak digunakan pada lingkungan yang memiliki aktivitas pemindahan beban secara rutin di dalam area kerja. Penerapannya dapat ditemukan pada manufaktur, fabrikasi, workshop, warehouse, industri baja, hingga fasilitas produksi dan maintenance.

  • Pada manufaktur, crane dapat digunakan untuk memindahkan bahan produksi, dies, mould, komponen mesin, atau hasil produksi antararea. Pada fabrikasi dan industri baja, crane dapat membantu memindahkan material berukuran besar seperti plate, beam, coil, serta hasil fabrikasi dengan metode pengangkatan yang sesuai.
  • Pada workshop dan area maintenance, overhead crane dapat digunakan ketika komponen mesin atau peralatan berat perlu dipindahkan untuk proses perawatan, perbaikan, atau pemasangan kembali.

Intinya, overhead crane cocok untuk pekerjaan material handling yang membutuhkan perpindahan beban secara vertikal dan horizontal dalam area dengan jalur crane yang telah ditentukan. Jenis pekerjaan dan karakteristik beban tetap menjadi dasar dalam menentukan spesifikasi crane yang tepat.

Baca juga: Jangan Sampai Melupakan Hal ini saat Menggunakan Overhead Crane

Pilih Overhead Crane Tavol dari PT Jaya Karya Makassar

PT Jaya Karya Makassar menyediakan overhead crane merek Tavol untuk kebutuhan material handling dengan pilihan kapasitas mulai dari 3 ton hingga 200 ton. Tersedia pilihan single girder dan double girder, serta Universal Model dan Europe Model untuk menyesuaikan kebutuhan aplikasi dan kondisi area kerja.

Overhead crane Tavol memiliki safety features yang lengkap, pilihan pendant control maupun remote control, serta pilihan yang mendukung kebutuhan low headroom. Crane juga dirancang dengan perhatian pada efisiensi energi, serta dilengkapi garansi resmi dan sertifikasi resmi.

PT Jaya Karya Makassar melayani pengiriman ke seluruh Indonesia dengan dukungan pemasangan, after-sales, konsultasi gratis, dan suku cadang resmi. Setiap pembelian unit crane juga mendapatkan free pelatihan operator. Konsultasikan kebutuhan kapasitas, span, lifting height, dan konfigurasi crane untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan aktivitas material handling di area kerja.

Related Post

Bagaimana Proses Material Handling Overhead Crane?

Material handling overhead crane adalah aktivitas mengangkat, memindahkan, dan menempatkan material menggunakan overhead crane di area kerja. Crane bekerja dengan mengangkat beban secara vertikal...

Jual 5 Ton Overhead Gantry Crane Bergaransi Resmi

Membutuhkan 5 ton overhead gantry crane untuk menunjang aktivitas pengangkatan dan pemindahan material? PT Jaya Karya Makassar menyediakan gantry crane Tavol dengan pilihan Universal Model dan...

Panduan Memilih Ukuran Span Overhead Crane yang Tepat

Menentukan span overhead crane tidak cukup hanya dengan melihat lebar bangunan. Dalam perencanaan crane, ukuran ini berkaitan dengan jarak antara dua runway rail yang menjadi lintasan bridge crane...